SUBULUSSALAM – Camat Rundeng meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Kota Subulussalam agar memasang jaringan listrik sampai ke Gampong Tualang, Kecamatan Rundeng. Pasalnya, waega di enam gampong masih mengunakan panyot seurungkeng/lampu teplok untuk menerangi rumahnya ketika malam hari.

Camat Rundeng Irwan Faisal mengatakan,  enam gampong di Kecamatan Rundeng yang belum memiliki jaringan listrik adalah Gampong Mate, Mendilam, Tualang, Tanah Tumbuh, Geruguh, dan Kuta Beringin.

“Sampai saat ini belum dapat merasakan jaringan listrik PLN. Warga yang telah berpindah ke desa tersebut bila malam hari gelap gulita, hanya menggunakan lampu pelita (lampu telpok/panyot seurungkeng),” kata Irwan Faisal kepada portalsatu, Senin 29 Februari 2016.

Ia menyebut pihaknya bersama geuchik masing-masing gampong sudah beberapa kali membuat surat permohonan pemasangan jaringan listrik, namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak PLN.

Camat Rundeng Irwan Faisal berharap kepada pihak PLN di Kota Subulussalam secepatnya memasang jaringan listrik di enam gampong tersebut, mengingat tahun 2016 ini pihak kecamatan akan merelokasikan kembali warga yang dahulunya sempat eksodus/pindah akibat konflik Aceh.

Sementara Bagian Pelayanan dan Administrasi PLN Kota Subulussalam, Rusdi mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan berusaha melakukan survei ke lokasi enam gampong tersebut untuk merespon keluhan masyarakat setempat yang sampai sekarang belum tersentuh  jaringan listrik.

“Kita upayakan, survei dulu di enam gampong tersebut, apakah bisa dipasang listrik ke sana untuk ditanggulangi sekarang,” kata Rusdi.

Rusdi menjelaskan, saat ini kebutuhan jaringan listrik terlalu panjang sehingga membutuhkan dana besar. Karena itu, pihaknya harus memprogramkan terlebih dahulu agar bisa melakukan pemasangan listrik ke gampong itu.

“Kita melihat dulu kondisi di lapangan, apakah tahun ini bisa dipasang atau tahun depan. Apabila tidak membutuhkan daya banyak mungkin bisa ditanggulangi tahun ini, makanya kita lihat di lapangan nanti,” katanya.[] (tyb)

Laporan Wahda