LHOKSUKON – Warga Gampong Glok Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, menanam pohon pisang di lintasan jalan PT PHE NSB, Kamis, 2 Agustus 2018. Itu dilakukan sebagai aksi protes karena jalan tersebut dipenuhi lubang. 

Di atas pohon pisang itu dipasang karton bekas bertuliskan, “Hati-hati jalan kematian. Jalan peninggalan Exxon #PHE# Hati-hati banyak kecelakaan”.

“Lubang-lubang besar yang memenuhi jalan kawasan PT PHE itu sangat membahayakan pengendara yang melintas. Selama ini sudah banyak pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan di lokasi itu,” ujar Idris, 53 tahun, Tuha Peut Gampong Glok Aron. 

Idris menyebutkan, kerusakan jalan itu sudah lama tidak diperbaiki pihak perusahaan. Kondisi semakin parah saat hujan turun, karena air akan menggenangi jalan yang berlubang. 

“Seharusnya lubang-lubang itu ditutup menggunakan aspal atau pengecoran semen kembali. Hingga saat ini sudah ada sekitar tujuh korban, ada yang luka-luka hingga patah tulang. Kemarin seorang ibu yang membawa dua anaknya menjadi korban, dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit akibat mengalami kecelakaan di lokasi itu,” kata Idris. 

Menurut Idris, aksi yang dilakukan warga itu bertujuan agar pihak perusahaan segera melakukan perbaikan jalan. Karena jika dibiarkan terus berlarut akan semakin banyak pengguna jalan yang jatuh, dan juga mengganggu aktivitas warga.

“Kami mendesak pihak PT PHE segera memperbaiki badan jalan yang berlubang tersebut agar tidak ada lagi korban jiwa,” ucap Idris. 

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kapolsek Syamtalira Aron, Iptu M. Jamil, dihubungi portalsatu.com/ mengatakan, menurut keterangan warga, aksi penanaman pohon pisang tersebut bentuk protes kepada pihak PT PHE agar segera melakukan perbaikan jalan yang sudah rusak dan berlubang.

“Sebatang pohon pisang itu ditanam pagi tadi, tapi pukul 11.00 WIB sudah dipindahkan oleh personel Pam PT PHE. Kita juga sudah turun ke lokasi, tidak ada pemblokiran jalan, hanya ditanam pohon pisang,” ujar Jamil.[]