LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe Halimuddin mengatakan, pembangunan proyek pasar Pusong Lhokseumawe menelan dana sebesar Rp 10 milir lebih.
Saat ini kata dia, konstruksi bangunan sudah selesai 70 persen dengan sumber anggaran Rp 6,4 miliar dari APBN 2016. Masih dibutuhkan Rp 4 miliar lagi untuk menyelesaikan pasar yang berlokasi di kawasan pasar buah tersebut.
Sisa dana sudah kita usulkan di APBN-P 2017, sehingga target bisa difungsikan 2018. Bila tidak terakomodir ya terpaksa di APBN 2018, jelas Halimuddin kepada portalsatu.com, Minggu, 21 Mei 2017.
Halimuddin juga menerangkan, rencananya pasar itu akan menampung para pedagang kaki lima yang saat ini masih berlapak di emperen pasar jalan Sukaramai dan Perdagangan di Pusat Kota Lhokseumawe.
Untuk lantai pertama itu akan kita susun lapak bagi pedagang baju, mainan anak-anak dan jenis dagangan lain, sedangkan di lantai kita jadikan pasar untuk pedagang kuliner, katanya.
Untuk tahun 2017 katanya, ada dua proyek yang dalam proses tender, yaitu penambahan bangunan pasar di Peuntuet, Kecamatan Blang Mangat senilai Rp 750 juta sumber DAK 2017 dan bantuan mesin kemasan dari pusat Rp 450 juta.[]


