LHOKSEUMAWE – Sebanyak 200-an anak mengikuti sosialisasi anti narkoba dan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diselenggarakan di Mushala Gampông Meunasah Manyang, Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu malam, 20 Mei 2017.

Kegiatan itu dilaksanakan pihak gampông setempat guna mengantisipasi penggunaan zat adiktif jenis lem, di kalangan anak-anak.

Sosialisasi itu bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Lhokseumawe, dan Ikatan Keluarga Anti Narkoba (IKAN) yang berada di bawah BNNK Lhokseumawe.

“Materi kita tampilkan dalam bentuk pemutaran film animasi kartun anti narkoba oleh BNNK Lhokseumawe. Selain itu juga ada pengarahan dari Kabid Pemberdayaan Perempuan. Hadir juga 200-an anak yang ikut didampingi orang tua,” ujar Mutia Sari, S.T, Ketua IKAN Lhokseumawe, saat dihubungi portalsatu.com, Minggu, 21 Mei 2017.

Ia menyebutkan, sosialisasi itu dilakukan atas permintaan perangkat gampông setempat. Pasalnya, kata Mutia, selama ini marak terjadi penyalahgunaan zat adiktif, khususnya lem di kalangan anak-anak.

“Di sini, selain memberi penjelasan dampak yang ditimbulkan bagi pemakai narkoba, kita juga memberi pengetahuan tentang jenis-jenis narkoba, termasuk zat adiktif lainnya. Seperti halnya lem, itu sangat berbahaya jika dihirup karena mengandung zat kimia,” terang Mutia.

Dalam sesi tanya jawab, tambahnya, bagi anak-anak yang menjawab benar setiap pertanyaan yang diajukan pemateri, maka diberi bingkisan menarik.

“Semoga apa yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat dan menambah wawasan anak. Dalam kasus penyalahgunaan narkoba, peran orang rua mengawasi pergaulan dan perilaku anak-anaknya juga sangat penting,” katanya. []