BerandaHeadlinePT Peugot Konstruksi Segel Rumah Sakit PMI Aceh Utara

PT Peugot Konstruksi Segel Rumah Sakit PMI Aceh Utara

Populer

LHOKSEUMAWE – PT Peugot Konstruksi sebagai rekanan yang merehabilitasi Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara melakukan penyegelan terhadap rumah sakit tersebut, Selasa, 2 Februari 2021. Pasalnya, pihak rumah sakit itu belum melunasi biaya renovasi senilai Rp2 miliar.

Pantauan portalsatu.com, Rumah Sakit PMI di Jalan Sultanah Nahrasyiyah (dulunya Jalan Samudera), Lhokseumawe, itu disegel menggunakan rantai yang digembok di pintu kaca ruangan IGD. Pihak rekanan juga memasang spanduk di bagian kanopi rumah sakit tersebut bertuliskan “Selesaikan Hak Kami, Rumah Sakit Ini Disegel Sementara Waktu Sehubungan Dengan Pihak Rumah Sakit PMI Aceh Utara Belum Melunasi Hutang (Biaya Renovasi Gedung dan Infrastruktur Tahun 2018)”.

Direktur PT Peugot Konstruksi, H. Abdullah S.T., mengatakan pada awal 2018 pihak Rumah Sakit PMI Aceh Utara meminta bantu untuk merehab bangunan lantaran kondisinya dulu sering banjir ketika musim hujan. Selain menimbun lantai menjadi lebih tinggi, pihaknya juga merenovasi bangunan.

Menurut Abdullah, awalnya pihak RS PMI Aceh Utara berjanji akan melunasi pembayaran, sekitar enam bulan setelah selesai pekerjaan renovasi. Kenyataannya, kata dia, sampai saat ini belum ada pembayaran utang atau kewajiban rumah sakit itu.

“Rehab gedung itu dilakukan pada Maret 2018, prosesnya antara dua atau tiga bulan. Jadi, kita merasa dikhianati dan dizalimi karena tidak ada pembayaran sampai sekarang sudah hampir tiga tahun. Utang yang belum dibayar lebih kurang Rp2 miliar untuk renovasi seperti sarana gedung, IPAL di bagian belakang, parit serta semua sarana pendukung,” kata Abdullah kepada wartawan.

Abdullah menyebut pihaknya sudah menjumpai Ketua PMI Aceh Utara di Pendopo Bupati Aceh Utara. “Namun, hingga kini tidak ada realisasi, hanya janji-janji manis saja. Yang kita inginkan sekarang bukan janji, tetapi segera dibayar, karena sudah cukup lama bersabar,” tuturnya.

“Penyegelan ini sampai ada pernyataan dari pimpinan PMI sampai kapan misalnya ada jaminan, kapan dibayar, itu baru kita buka kembali,” ujar Abdullah.

Informasi diperoleh Abdullah, rumah sakit itu tidak aktif atau sudah menutup pelayanan rawat inap sejak sekitar dua bulan lalu. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti kenapa ditutup.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya