Oleh Taufik Sentana*
Katamu, ada janji indah di tepi telaga
Telaga kemuliaan yang seteguk airnya
Meredam dahaga selama lama.
Telaga itu untuk kami, katamu.
Untuk kami yang datang kemudian yang tak sempat memandang wajahmu.
Kami, katamu, kami adalah saudaramu. Betapa mesra kalimat itu. Betapa dekat hatimu untuk kami, sedang jarak kita beribu tahun sejak kenabianmu.
Kini, kami ingin engkau kenali sembari menanti syafaat darimu lewat tanda wudhu', salawat dan cinta lembut ke sesama. Hingga tertunaikan pula janji kita di tepi telaga.[]
*Taufik Sentana
Peminat seni, sastra dan kreativitas.
Sedang menyusun buku puisi “Password Kebahagiaan”.
Email. Taufiksentana@gmail.com.


