1//
Akar, tanah dan ranting basah,
pada jejak jejak lemah,
lunglai-patah
berserak bagai remah remah.
Ada ruang sempit
pada kelana jiwa yang terpaut
dalam penat terhimpit.
Cinta takkan bisa bersolek
pada cermin kebodohan:
Muram, kusam dan gersang.
Dan hamparan waktu
setiap tanya terselip bayang lama
terpapar dendam matahari pagi.
Apakah setiap kita ngin agar akar,
tanah dan ranting basah
jadi cerita sebelum malam menjalar?
2//
Lambai yang tak sampai
pada malam.
Redup yang takjub
pada dengkur senyap.
Cahaya melintas
sebelum padam :
ialah tamsil miskat perindu.[]
Taufik Sentana
Banyak menulis puisi dan esai sosial.
Mengelola program menulis kreatif.



