Yaman, merupakan asal dari banyak ulama Aceh terdahulu. Sebagian besar para sayyid pun berasal dari sana. Namun, di masa ini, hanya beberapa orang yang belajar ke Yaman, selebihnya orang berduyun-duyun ke Kairo, Mesir. Banyak lulusan Mesir kini ada di Aceh dan Indonesia umumnya. Orang-orang memilih Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, karena kampus tua itu telah menyesuaikan diri dengan pola kampus modern.
Yaman dan Kairo Mesir adalah dua kota yang pernah ditempati oleh Iman Syafi'i, pendiri mazhab fiqih yang diikuti oleh sebagian besar umat Islam di Asia Tenggara.
Salah seorang dari Aceh yang belajar ke Yaman zaman ini adalah Tgk H Masykur Ahmad bin Marzuki Al-Asyie. Setelah belajar di beberapa tempat selama bertahun-tahun di kawasan Pidie, pada tahun 2012, Masykur ke Yaman.
Di Yaman, ia belajar di Jamik Kab Zabid selama dua tahun. Pada akhir tahun 2014, ia menunaikan ibadah haji, lalu ke Malaysia.
Pada 2015, ia menjadi staf pengajar di Ad Diniyah Tauhidiyah, Bukit Pinang, Alor Setar, Kedah, Malaysia. Setelah itu, pada tahun 2017, ia pulang ke Aceh dan mengajar di dayah Istiqamatuddin Daruzahidin, Bidok, Pidie Jaya.
Kini, ia membangun dayah sendiri, Dayah Istiqamatuddin Darul Hijrah, di Dusun Khutang, Gampong Sagoe, Kecamatan Tringgadeng, Pidie jaya. Didirikan oleh sejak 25 Jumadil Akhir 1440 H, diresmikan oleh Abi Bidok.
“Alhamdulillah, dayah sudah ada kemajuan. Sekarang hampir masuk setahun. Kami punya sekira 80 orang pelajar. Apabila ada yang berminat membantu, kami butuh beberapa lagi balai tempat pengajian,” kata Maskur, Ahad, 2 Februari, 2020.[]




