Oleh: Taufik Sentana*
Selepas Zuhur
Kita masih bisa berlari
Sambil menyusun tangga waktu.
Anak anak kecil bermain game
Di bawahnya.
Saat ingin terus berlari,
Kandungan masa lalu
Menjadi lemak di selaput otak.
Disini, kita belajar cara menghayati
Agar kunci hari tak terlepas.
Pilkada serentak
Setelah korona serentak,
Pilkada serentakpun tiba.
Kita bertukar cerita
Tentang janji lama
Sambil membungkus kepalsuan baru
Dalam harap harap cemas.
Memutar Otak
Dimana engkau dapat
Memutar otak, dan dengan alat apa?
Ya, ia adalah mekanisme sistem tubuh
Ataupun sentral ragawi.
Mungkin engkau dapat memutar otak itu
Megaduk dan mencampur isinya.
Sampai dimana putarannya?
Sampai dimana hasilnya?
Dan tadi, alatnya:
Pertanyaan dan persoalan hidup.[]
*Peminat prosa, dalam kumpulan terbaru.



