Pemuda impresif
Anak muda yang kumaksud dalam narasi ini
adalah pagi menjelang, musim semi yang indah dan mata teduh kekasih.
Ia hidup dalam pesona menggugah, pelukan malam yang lembut dan nafas pagi yang menggoda.
Bila engkau mengenalnya, tentu akan mengenangnya. Bila bersamanya engkau terkagum. Bila mendengar suaranya akan membuatmu asyik.
Aku pernah bersamanya dan ingin terus bersama, untuk itu kutuliskan untukmu.
Kalam Lestari
Bila engkau lelaki jadilah pagi yang berani
Bila engkau wanita jadilah bunga abadi.
Bila engkau lelaki jadilah samudera yang menghimpun kebijaksanaan.
Bila engkau wanita jadilah telaga
bagi jiwa pendahaga di jalan-Nya.
Saat Cinta Memikatmu
Sekarang engkau tak lagi melihat suka dan luka, sebab jiwa mabuk oleh rasa.
Sekarang engkau tak lagi melihat sedih dan gembira, sebab keduanya hanya sebutan.
Sekarang engkau tak lagi melihat jauh dan dekat, sebab hatimu dipikat cinta.
Sekarang engkau tak lagi melihat duka dan kecewa, sebab keduanya menjadikanmu bijaksana.[]
*Taufik Sentana
Banyak menulis puisi, ulasan puisi dan esai sosial-budaya. “Doa Dua Jiwa” merupakan kumpulan puisi bersama sang istri, Eva Nurliana.







