Puisi yang Ditulis saat Mengantuk
Karya: Taufik Sentana
Udara malam yang pengap
penat yang menumpuk dari botol usia
anak yang meminta naik kuda kudaan
ditambah sedikit kesadaran tentang esok:
ide untuk hidup.
udara keluar dari mulutku
seperti keping logam
sambil membujuk mataku
tapi banyak suara gaduh kota
dan tawa kikik di warung.
banyak pula gambar di benak
meradang-menggedor kantuk
hingga malam larut
dalam cangkir tua berwarna perak
biar kucoba teguk
dari udara pengap dan kantuk
biar kususun seperti bantal bantal
semua gambar yang ingin meloncat itu
hingga senyap-redam
hingga mata pejam
ke kelopak pagi yang lembut
dengan cadar esok dalam rahasia maut.[]
Taufik Sentana
Peminat kajian sosial-budaya.
Bergiat di MTs Harapan Bangsa, SMP Islam Terpadu Teuku Umar dan Ikatan Da'i Indonesia. Menetap di Meulaboh.


