ACEH BESAR- Puluhan mahasiswa Malaysia yang tergabung dalam komunitas Jelajah Tamadun Islam Aceh (JTIA) 2019 bermeuseuraya bersama Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) di Komplek makam Mentri Penghulu Fawas Maharaja Setia pada Minggu, 25 Agustus 2019, Ulee Tuy, Darul Imarah, Aceh Besar.

Tujuan kedatangan tim JTIA19 itu ke Aceh menurut penasehatnya ASST. PROF. DR. MOHD AFFENDI MOHD SHAFRI adalah semata untuk menghargai warisan sejarah Islam yang membentuk dunia.

“Melalui program ini kami berharap dapat bekerjasama dengan masyarakat antarbangsa untuk membentuk perkongsian global dan memahami bagaimana komuniti yang mandiri dapat berkembang maju dan membina diri,” katanya.

Saat meuseuraya bersama Mapesa, tim sukarelawan JTIA19 dari Universitas Islam Antarbangsa Malaysia yang berkantor sekretariat di Pahang, Malaysia itu sekitar 30 mahasiswanya terlihat sangat menikmati kebersamaan dalam cinta dan tamadun.

Sebagian gadis-gadis itu terlihat menyapu daun-daun kering yang menutupi lokasi makam, beberapa lainnya menggali nisan yang terbenam untuk dirapikan, dan sebagian lainnya merekam dan mendokumentasikannya.

Menurut Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi meuseuraya yang dilaksanakan hari itu adalah di komplek makam salah satu Mentri masa kesultanan Aceh.

“Ini adalah nisan Mentri Penghulu Fawas Maharaja Setia wafat 996 H / 1588 M,” kata Mizuar menunjuk pada satu nisan yang besar yang ada di komplek makam itu.[]