LHOKSEUMAWE – Warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe antusias mengikuti kelas tahsin dan tahfidz Alquran untuk meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.
Sebanyak 30 narapidana dari berbagai perkara sudah mampu menghafal satu hingga lima juz Alquran selama pandemi Covid-19.
Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Nawawi, mengatakan para Napi itu dibina seorang ustaz yang juga warga binaan di Lapas. “Tadi malam juga memperingati Nuzulul Quran yang merupakan suatu peristiwa turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW terjadi pada malam ke-17 di bulan Ramadan”.
“Dalam kesempatan ini kita mengadakan adu kecepatan dan menyambung ayat-ayat Alquran pada juz pertama hingga juz kelima. Lomba menyambung ayat ini diikuti Napi dari berbagai kasus dalam rangka untuk memperingati Nuzulul Quran,” kata Nawawi kepada wartawan, Kamis, 29 April 2021.
Menurut Nawawi, kelas tahsin dan tahfidz Alquran itu pada dasarnya diikuti ratusan warga binaan. Namun, dalam program yang telah berjalan selama dua tahun, pihaknya telah menciptakan 30 tahfidz dari para Napi tersebut.
“Untuk meningkatkan daya hafalan, para warga binaan ini melakukan hafalan Alquran bersama setiap usai salat lima waktu. Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak 2019, targetnya setelah mereka selesai menjalani masa hukuman maka para warga binaan ini mampu untuk menjadi imam di lingkungan masyarakat masing-masing,” ujar Nawawi.[]



