SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., memberhentikan 55 pejabat eselon III dan IV dalam mutasi yang digelar di aula pendopo wali kota, Senin, 29 Oktober 2018.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Subulussalam Nomor :821.2/090/75.020.3/2018 tentang pemberhentian dengan hormat dari jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam, ditetapkan pada 29 Oktober berdasarkan hasil Tim Baperjakat pada 16 Oktober lalu.
Berdasarkan kopian SK pemberhentian yang diperoleh dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Subulussalam, Selasa, 30 Oktober 2018, sebanyak 54 pejabat di-nonjob-kan.
Seorang pejabat lainnya, Hamdansyah, S.E., M.M., diberhentikan dari Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Subulussalam, dan ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyakarakat dan Kampung (DPMK) Kota Subulussalam.
Sementara jabatan yang ditinggalkan Hamdansyah diisi Irwan Faisal, mantan Camat Rundeng. Kabag Organisasi Setda, Jhoni Arizal, S.STP., M.Si., “dibangkupanjangkan” menjadi staf biasa di kantor wali kota.
Berikutnya, Sekretaris Bappeda Baginda, S.H., M.M., dimutasikan menjadi staf biasa di Kantor Satpol PP dan WH Kota Subulussalam. Demikian juga M. Musjoko diberhentikan dari Sekretaris Dinas PUPR menjadi staf di Disdikbud setempat. Muzir Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menjadi pelaksana di MPD Kota Subulussalam, dan puluhan pejabat lainnya juga di-nonjob-kan dalam mutasi itu.
Adapun jabatan yang ditinggalkan Baginda digantikan Ridlo Sahri Walhuda sebagai Sekretaris Bappeda dan Zulkarnain dipercayakan menjadi Sekretaris Dinas PUPR Kota Subulussalam.
Merah Sakti dalam sambutannya mengatakan, mutasi hal lumrah di mana saja bisa terjadi. Namun sudah menjadi konsekuensi sebagai pucuk pimpinan dianggap telah “merampas” jabatan mereka.
“Saudara yang turun jabatan, silakan bersabar ambil hikmah, amanah ini bukan harta pusaka, ini milik warga Kota Subulussalam,” ungkapnya.
Menurut Merah Sakti, dalam pelaksanaan mutasi pasti ada yang bahagia karena mereka dipromosikan ke jabatan baru. Namun tidak sedikit pula yang sakit hati karena tidak lagi menjabat.
“Diakui atau tidak, saya yakin dalam 10 tahun saya memimpin Kota Subulussalam, saya pernah membesarkan Anda,” ujar suami Hj. Sartina ini usai melantik 72 pejabat eselon III dan IV dalam mutasi kemarin.[]




