SUBULUSSALAM – Puluhan petani sawit swadaya di Kota Subulussalam mengikuti praktik pengelolaan kebun sawit menuju Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau program pengelolaan minyak sawit berkelanjutan, Selasa, 8 Juni 2021.
Para petani tersebut turun langsung ke kebun-kebun masyarakat di wilayah Kecamatan Penanggalan melakukan praktik terbaik dalam pengelolaan kebun sawit memenuhi standar persyaratan RSPO.
Mereka didampingi pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Subulussalam, Wahda Sahira dan Mahzan serta Wakil Ketua Apkasindo Perjuangan Aceh, Subangun Berutu.
Selanjutnya Rukaiyah Rafik dan Surianto dari Forum Petani Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) dan Netap Ginting dari Apkasindo Kota Subulussalam.
Ketua HKTI Wahda Sahira mengatakan pelaksanaan praktik ke kebun-kebun petani merupakan tindak lanjut kegiatan lokakarya bertema “Persiapan implementasi standar minyak sawit berkelanjutan oleh petani swadaya di Kota Subulussalam” telah berlangsung selama dua hari di Hermes One.

Selanjutnya, petani dibawa langsung ke lapangan menuju kebun sawit untuk praktik setelah menerima materi yang telah disampaikan narasumber baik dari Fortasbi maupun dari Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam.
Di lokasi, Surianto dan Subangun Berutu, Netap Ginting dan rombongan melihat langsung kondisi sawit yang mengalami proses pertumbuhan lambat, misalnya batang mengecil ke atas, daun bintik-bintik dan pucuk terbakar serta sejumlah faktor-faktor lainnya.
Setiap model hama yang ditemukan di lapangan, pihak pendamping dari Fortasbi dan Apkasindo langsung memberikan cara tepat perawatan dan penanganan agar pertumbuhan sawit maksimal dan dapat meningkatkan produksi TBS petani menuju standar RSPO. []





