BLANGKEJEREN – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Gayo Lues mulai mewacanakan untuk mengusung Jafar Ama Uwe sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati pada Pilkada 2022, jika mendapat persetujuan Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) PA, Muzakir Manaf.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPW PA Gayo Lues, Saniman Raja Praak, Kamis, 21 Januari 2021. Raja Praak mengatakan itu lantaran sudah ada Keputusan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Nomor: 1/PP.01.02-Kpt/11/Prov/I/2021 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Provinsi Aceh Tahun 2022.

“Pak Jafar Ama Uwe saat ini posisinya sebagai Ketua DPW PA Gayo Lues. Kami selaku kader tahu betul sosok beliau, dan jasa-jasanya juga sangat besar untuk Partai Aceh, wajarlah kita memberikan kesempatan kepada beliau,” kata Raja Praak melalui pesan WhatsApp.

Raja Praak menyebut saat ini PA hanya memiliki dua kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Gayo Lues. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan melobi ketua-ketua partai lain supaya bisa mendukung salah satu sosok yang memang dikehendaki masyarakat sebagai Balon Bupati Gayo Lues pada Pilkada 2022. “Tentu kami ajukan nama Jafar Ama Uwe,” ujarnya.

Namun, kata Raja Praak, DPW PA Gayo Lues juga akan menggelar survei untuk melihat respons masyarakat, siapa kader partai ini yang dinilai tepat menjadi Balon Bupati. Hasil survei itu nantinya menjadi pertimbangan DPW PA Gayo Lues sebelum membuat keputusan akhir untuk diajukan ke DPA PA.

Menurut Raja Praak, untuk mengetahui tanggapan masyarakat, pihaknya merencanakan segera mengadakan survei. Pasalnya, Bupati Gayo Lues Muhammad Amru juga kader PA. Setelah diperoleh hasi survei itu, kata dia, selanjutnya DPW PA Gayo Lues akan berkoordinasi dengan Ketua Umum DPA PA, Muzakir Manaf.

PA Gayo Lues, kata Raja Praak, juga tidak menutup kemungkinan membuka peluang bagi tokoh-tokoh lain yang ingin diusung partai ini. “Yang jelas PA akan menjajaki terlebih dahulu figur-figur yang mumpuni di internal, dan kader lebih diutamakan”.

“Dalam politik, apapun bisa terjadi. Meskipun kita memprioritaskan kader sendiri, tapi kami tidak akan melawan kehendak masyarakat, itu intinya. Dan kita sebagai pengurus PA berkewajiban menyodorkan aneka pilihan calon pemimpin,” ucapnya.[]