Raja yang Baik dan Raja yang Jahat

Karya: Jamaluddin
Penyuka Sastra

Raja yang baik akan menggunakan seluruh kekuatan untuk memakmurkan rakyatnya, bersikap adil, rakyat hidup mudah, rakyat dimuliakan dan dijaga hak-haknya, mencerdaskan rakyatnya

Raja yang dhalim akan membodoh-bodohi rakyatnya, memanfaatkan kemelaratan rakyat untuk dapat jatah (korup) di tiap hak-hak yang diperuntukkan,
pada setiap jatah rakyat dipotong beberapa bagian (phi/hak reman) diambil kembali untuk pemerintah.

Semakin banyak agenda kegiatan semakin banyak uang siluman terkumpul di ruang pejabat.

Setiap mendengar ada rakyat menderita sang raja sangat senang karena bisa pencitraan saat penyerahan bantuan atau saat bekerja melayani rakyat dan bisa dapat jatah

Dibawah kekuasaan Raja dhalim rakyat hidup sengsara sementara para pegawai hidup mewah, eksklusif serba kecukupan penuh bonus dan layanan gratis lainnya

Raja dhalim adalah musuh rakyat yang dipelihara oleh rakyat

Raja yang baik adalah tempat mengadu bagi rakyat dan menjadi pilindung
Hingga di negeri yang dipimpin oleh Raja yang baik dinamakanlah

‘Darussalam’

23 Juni 2021/Loh Angen.[]