Oleh: Ade Mulya*
Masyarakat Aceh kembali dikejutkan oleh kabar yang sangat memilukan. Warga di salah satu desa di Aceh Timur ditembak oleh orang yang tidak dikenal. Tepatnya di Kecamatan Peunaron, Minggu, 5 Maret 2017 sekitar pukul 02.30 WIB. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap motif penembakan yg dilakukan di rumah korban yang merupakan seorang petani tersebut.
Ini adalah kejadian pilu dan sangat menyedihkan. Kembali terulang dalam perkembangan demokrasi dan kemajuan bangsa Aceh. Kita ketahui bersama pasca ditandatanganinya MoU Helsinki dan kesepakatan damai antara Pemerintan NKRI dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka di tahun 2005, adalah merupakan babak baru bagi perkembangan pembangunan masyarakat Aceh yang telah hampir 30 tahun berkutat dan menderita dalam kecamuk perang.
Tentunya kericuhan yang melibatkan hampir 30.000 tentara dan 12.000 polisi dan menelan korban sekitar 2.000 orang yang berasal dari GAM sendiri maupun masyarakat sipil Aceh jelas memberikan pengalaman pahit dan masa lalu kelam bagi bangsa Aceh dan negara Indonesia.
Hari ini, masyarakat kembali terusik dan dikejutkan dengan adanya penyerangan bahkan penembakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab terhadap masyarakat. Motif pelakupun belum diketahui. Yang jelas kejadian ini telah membuat masyarakat resah, dan ketika masyarakat merasa tidak aman maka kesejahteraanpun sulit untuk dicapai. Sangat disayangkan.
Terlepas dari apapun motifnya, penembakan dan teror keji ini harus segera diatasi oleh pihak berwajib. Kita tidak ingin kejadian – kejadian serupa menjadi hambatan bagi kemajuan masyarakat Aceh ke depan. Fokus pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang mana menjadi mimpi kita semua, jelas akan terganggu oleh kejadian seperti ini. Cukuplah 30 tahun kita hidup dalam keresahan dan menjadikan masyarakat awam sebagai korban.
Pihak berwajib memang akan menjadi garda terdepan dalam menaklukkan terror – terror seperti di Aceh Timur ini. Dan wajiblah menjadi sebuah kewaspadaan bagi kita semua agar tetap siap terhadap kondisi apa pun. Tetapi kekuatan terbesar melawan terror seperti ini ada pada masyarakat itu sendiri. Masyarakat harus peka terhadap keadaan di sekitarnya.
Semua elemen masyarakat Aceh harus bersatu dalam melawan teror terhadap dirinya. Mahasiswa/i, pemuda/i dan elemen penting lainnya harus aktif terlibat dalam menjaga stabilitas keamanan dalam tubuh masyarakat, sehingga dari keadaan yang sedini munkin kita dapat menjaga keamanan di dalam msayrakat tersebut.
Kita buktikan bahwa rakyat Aceh sudah cerdas dalam menentukan hidupnya dan tidak bisa lagi diancam serta diperalat oleh oknum tertentu. Tindakan teror dan intervensi bukan lagi cara kekinian yang ampuh untuk masyarakat demi melancarkan kepentingan kepentingan nakal sekelompok manusia.
Masyarakat memang sudah harus bersatu untuk melawan teror dan intimidasi. Sudah saatnya kita berangkat dari sejarah kelam yang menjadi mimpi buruk kita selama ini dan menuju mimpi mimpi cemerlang demi kemajuan banga Aceh ke depannya.
Bukankah memang tujuan kita semua adalah mencerdaskan serta menyejahterakan rakyat? Maka dari itu, marilah kita semua bahu membahu serta merangkul untuk bersatu demi tujuan yang mulia ini. Kita berharap tujuan mulia ini kita dapatkan dengan keberkahan Tuhan Yang Maha Esa. Amiin.[]
*Ketua BEM FH UNSYIAH 2016/2017




