RAMADAN merupakan bulan suci yang banyak dimanfaatkan umat Islam untuk melakukan berbagai ibadah, baik yang beraktivitas di masjid-masjid maupun lainnya. Tidak hanya itu, ada pula sebagian masyarakat untuk memilih melakukan ziarah ke makam bersejarah.
Salah satunya adalah Makam Sultan Malikussaleh yang berada di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, makam itu setiap saat ramai pengunjung yang berdatangan untuk berziarah.
Saat bulan Ramadhan, Makam Sultan Malikussaleh kerap kali dikunjungi warga dari berbagai daerah. Meski pun tidak ramai seperti hari biasa, namun makam kerajaan Islam pertama di AsiaTenggara itu tidak pernah sepi dari peziarah.
"Saat menjelang Ramadan beberapa Minggu lalu, makam ini dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah bahkan wisatawan mancanegara yang datang untuk berziarah. Akan tetapi beberapa hari memasuki bulan puasa ini tampaknya sudah agak berkurang dari pengunjung, biasanya pada saat pertengahan Ramadan tempat bersejarah ini kembali ramai," kata Pemandu Sejarah Makam Malikussaleh, Tgk. Ahmad Yusuf, kepada portalsatu.com/, Minggu, 20 Mei 2018.
Selama Ramadan, Menurut Tgk. Ahmad, kegiatan rutin dilaksanakan masyarakat di Makam Malikussaleh seperti berzikir, tadarrus, shalawat, tahmid, tahlil, istighfar takbir dan lainnya.
“Kegiatan ini dilakukan usai shalat tarawih, yang berdatangan pun bukan hanya masyarakat sekitar, juga banyak warga daerah lainnya. Bahkan peziarah membawa bekal makanan untuk bisa makan sahur bersama keluarganya di Makam Malikussaleh, kemudian setelah shalat subuh mereka baru kembali pulang ke rumah,” ujar Tgk. Ahmad Yusuf.
Kegiatan keagamaan di makam sultan itu tampaknya tidak pernah sepi, baik hari biasa maupun bulan Ramadan seperti ini.
“Kalau bulan puasa selalu ada aktivitas rutin usai shalat tarawih, ini bertanda bahwa masyarakat sangat cinta terhadap tokoh bersejarah di Aceh yaitu Sultan Malikussaleh yang merupakan pendiri kerajaan Islam pertama di AsiaTenggara,” ungkap Tgk. Ahmad.
Lanjutnya, bahkan tidak hanya itu, kebetulan tadi pagi (Minggu) ada kedatangan lima orang peneliti sejarah dari Jepang untuk menelusuri silsilah kerajaan di bawah pimpinan Sultan Malikussaleh tersebut.
“Mereka ingin mengkaji secara detail seperti apa keberadaan kerajaan atau penyebaran Islam keberbagai penjuru dunia yang dilakukan oleh Sultan Malikussaleh itu, kita pun menyambut baik atas kedatangannya dan telah diberikan berbagai gambaran tentang asal usul sejarah tersebut kepada mereka,” ungkap Tgk. Ahmad.[]




