Bulan Ramadhan (Ramadan) penuh keberkahan dan kelebihan. Kesempatan emas ini hendaknya dipergunakan sebaik mungkin untuk menggapai pahala dan keridaan-Nya. Kita sebagai umat Islam yang menjalankan amalan saleh dan kewajiban pada bulan Ramadan ini tentunya akan mendapatkan balasan berlipat ganda sampai 70 kali lipat. Sebagaimana disebutkan dalam hadis:

“Wahai sekalian manusia. Kalian akan dinaungi oleh bulan yang agung nan penuh berkah. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu malam. Allah menjadikan puasa di bulan itu sebagai kewajiban dan qiyamnya sebagai perbuatan sunnah. Siapa yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal kebaikan seolah-olah ia telah melakukan kewajiban di bulan lain. Dan barangsiapa melakukan kewajiban pada bulan itu maka ia seolah telah melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan lain. Ia adalah bulan kesabaran dan kesabaran itu adalah jalan menuju surga”. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Salat sunah yang dikerjakan juga berlipat ganda pahalanya. Tentu saja ini berkah bulan Ramadan. Kelebihan tersebut diungkapkan dalam hadis berbunyi, “Bahwa pintu langit dan pintu syurga dibuka pada awal Ramadan hingga akhir malam Ramadan, tiap orang yang bersembahyang pada malamnya dituliskan baginya tiap satu sujud 1700 kebajikan, dibina rumah baginya di dalam  syurga daripada yaqut merah indah, baginya 70 pintu daripada emas yang bertatah yaqut permata yang merah, orang yang berpuasa pada awal Ramadan diampunkan segala dosanya  hingga ke akhir bulan Ramadan, dibinakan baginya tiap tiap hari sebuah mahligai di dalam syurga, mempunya 1000 pintu daripa emas, dan meminta ampun baginya 70 000 malaikat  dari pagi  hingga tenggelam matahari”. (Al Hadith)

Tidur saja dikatagorikan ibadah, sungguh mulia dan berkah Ramadan ini. Disebutkan sahabat Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doanya dikabulkan dan amalnya dilipatgandakan”. (HR. Abu Zakariya bin Mandah dalam al-Amali dan al-Dailami)

Berdasarkan hadis di atas, setidaknya ada beberapa pesan yang harus direnungkan:

Pertama, diamnya seorang yang berpuasa dapat pahala seperti orang yang sedang membaca tasbih, ini disebabkan dia sedang menjalankan ibadah puasa. Diam di sini dalam arti menjaga lidah dari menggunjing dan membicarakan hal yang tidak berguna.

Kedua, tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, maksudnya tidur pada waktu siang hari, karena dapat membantu untuk melakukan ibadah pada malam hari seperti qiyamullail dan salat Tarawih.

Ketiga, doa orang yang berpuasa dikabulkan ketika akan berbuka puasa, karena baru selesai menunaikan ibadah puasa sedangkan perutnya masih kosong dari makanan.

Keempat, amal perbuatannya dilipatgandakan. Maksudnya puasa yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. (Sayyid Abdullah al-Ghumari al-Hasani, kitab al-Gharaib wa al-Wihdan).

Beranjak dari itu marilah kita isi bulan suci ini dengan berbagai kegiatan ibadah dan hal positif lainnya untuk menggapai rida Allah SWT. Jangan tunda ibadah yang mungkin dikerjakan saat ini. Esensi kehidupan hanyalah hari ini, esok merupakan harapan, dan kemarin sebuah kenangan.[]