ACEH BESAR – Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk. H. Husaini A. Wahab, membesuk para santri yang menjadi korban keracunan makanan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar, Rabu, 1 Agustus 2018, sore.

Korban keracunan sebanyak 162 orang merupakan para santri Pesatren Terpadu Assalam Islamic Solidarity School, Kota Jantho, Aceh Besar. Mereka mengalami keracunan makanan, Rabu pagi. 

“Kita berharap kepada paramedis untuk melakukan penanganan yang tepat agar para korban bisa segera sembuh, tentunya dengan izin Allah. Perawatan yang baik kepada para santri agar segera sembuh serta dapat kembali belajar di pemondokan,” kata Tgk. Husaini A. Wahab, kepada para wartawan di RSUD Aceh Besar.

Tgk. Husaini menilai keracunan massal itu merupakan musibah atau kejadian tidak disengaja oleh pihak yang menyediakan makanan berupa ikan. Artinya, dugaan sementara pihak terkait tidak mengetahui bahwa ikan yang dihidangkan kepada para santri itu tidak layak dikonsumsi. Namun, kata Tgk. Husaini, pihaknya akan menindak tegas bila ternyata ada pihak yang melakukan itu secara sengaja, setelah adanya penyelidikan oleh polisi.

Salah seorang korban, M. Aska, mengatakan, saat pagi mereka semua makan nasi dengan lauk ikan tongkol. Setelah itu semuanya berkumpul di masjid pesatren, dan tiba-tiba mengalami mual dan muntah. “Setelah sadar, ternyata saya sudah berada di rumah sakit bersama santri lainnya,” ujar Aska.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Jakfar, S.P., menyebutkan, para santri yang ada di pesantren boarding school (berasrama) itu sebanyak 210 orang, tapi yang mengalami keracunan 162 orang. Sedangkan yang harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Aceh Besar sebanyak 83 orang.

Menurut Jakfar, yang mendapatkan perawatan di RSU Ibnu Sina, Indapuri, ada tiga orang, dan selebihnya memperoleh perawatan di Pukesmas Kota Jantho.

“Yang mengalami keracunan ikan tongkol ini semua santri, saat ini semuanya sedang mendapat perawatan. Sebagian mereka yang dirawat di pukesmas tidak begitu parah, dan hari ini semua sudah dibolehkan pulang,” katanya.

Pesanten itu merupakan Binaan Dinas Sosial Aceh Besar. Untuk itu, lanjut Jakfar, pihaknya akan memanggil pihak pengelola pesantren untuk menanyakan perihal keracunan massal yang mengakibatkan para santri terpaksa dirawat. 

“Sampel makanan yang dimakan para santri itu sudah diambil pihak Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan agar dapat diketahui penyebabnya,” ujar Jakfar.

Jakfar mengungkapkan, Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali dan Sekda setempat juga sudah mengunjungi para santri korban keracunan tersebut. “Dengan penanganan paramedis semoga korban segera sembuh,” katanya.[]