SIGLI – Puluhan warga Gampong Sirong, Kemukiman Sanggeue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, mendatangi Kantor Camat Pidie, Senin, 10 Februari 2020. Warga meminta keuchik berinisial MR dicopot dari jabatan karena diduga mengelapkan dana desa tahun 2019 dan sering tidak ada di tempat.
Kedatangan para warga dan Tuha Peut Gampong (TPG) pada pukul 10:00 WIB diterima Camat Pidie, Miswar, di halaman kantor kecamatan. Adapun TPG yang ikut bersama warga, Nurdin Mahmud, T. Gusnadi, Ismail dan Muhammad.
Jamaluddin, salah seorang perwakilan warga, kepada portalsatu.com/ mengatakan, kedatangan pihaknya ke kantor camat untuk mendesak camat segera memberhentikan keuchik dari jabatannya serta meminta pertanggungjawaban anggaran gampong tahun 2019 yang diduga ditilep oknum keuchik.
“Kedatangan kami ke sini untuk mengadukan gampong kami selama ini tidak ada pemimpin. Meski ada keuchik tapi seperti tidak ada dan tidak pernah ada di gampong,” ungkap Jamaluddin yang diiyakan warga lainnya.
Anehnya, lanjut Jamal, ketika masuk uang jerih, keuchik baru ada di gampong. “Setelah dia ambil uang langsung hilang lagi. Bahkan tidak peduli lagi persoalan masyarakat yang memerlukan keuchik. Ketika warga menanyakan masalah anggaran, keuchik mengalihkan ke bendahara gampong. Begitu juga sebaliknya, bendahara bilang dana sama keuchik,” katanya.
“Banyak persoalan terjadi, termasuk masalah dana yang realisasinya tidak jelas. Antara keuchik dan bendahara saling lepas tanggung jawab,” imbuhnya Jamal.
Sebelumnya, menurut Jamal, sudah berulang kali, aparat gampong termasuk Tuha Peut melaporkan masalah tersebut ke kantor camat. Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada penyelesaian. “Makanya, para warga yang tidak tahan lagi atas perilaku keuchik mendatangi kantor camat”.
“Selain minta perberhentian MR sebagai keuchik, kami juga minta inspektorat mengaudit penggunaan dana gampong tahun 2019 dengan cara turun langsung ke lapangan,” tegas Jamal.
Keuchik Gampng Sirong, MR, saat dihubungi portalsatu.com/ untuk mengonfirmasi tudingan warga itu, telepon selulernya tidak aktif atau di luar jangkauan. Hingga berita ini dikirim ke redaksi, wartawan portalsatu.com/ belum memperoleh keterangan dari keuchik tersebut.

Camat Pidie, Miswar, mengakui sudah ada laporan tentang kurang aktifnya Keuchik Gampong Sirong selama ini. Dasar dari laporan warga melalui tokoh masyarakat sudah pernah dilakukan mediasi dengan cara duduk bersama. Bahkan, kata dia, sudah diminta keuchik untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi dengan masyarakat, terutama permasalahan pengelolaan dana gampong.
“Memang sebelumnya sudah pernah kita coba selesaikan masalah Gampong Siroeng, termasuk meminta keuchik untuk mempertanggungjawabkan dana gampong kepada masyarakat. Namun hingga waktu yang disepakti Desember 2019, keuchik tidak juga melaksanakan hasil kesepakatan. Inilah yang menyebabkan warga marah dan mendatangi kantor camat,” jelas Miswar.
Miswar menyatakan akan menindaklanjuti persoalan jika adanya rekomendasi berupa dokumen disertai tanda tangan TPG dan warga. “Setelah adanya dokumen laporan warga, kita segera tindak lanjuti ke bupati dan inspektorat,” ujarnya.[]





