SUBULUSSALAM – Ketua Tim Pemenangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam, H. Asmauddin, S.E., dan Hj. Asmidar, S.Pd., disingkat Hamas, Ardhiyanto Ujung, menyarankan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengawali pencoblosan di Pilkada pada 27 Juni 2018 mendatang.
Selain untuk memberi contoh kepada masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya, juga untuk menghindari terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum penyelenggara Pilkada pada hari H. Hal itu disampaikan Ardiyanto Ujung dalam pertemuan dengan KIP Kota Subulussalam bersama paslon wali kota/wakil wali kota membahas dan menyepakati desain foto di kertas suara suara yang bakal dicetak oleh KIP Kota Subulussalam menjelang Pilkada 2018.
“Saran saya KPPS memilih pertama sebagai contoh. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ardiyanto Ujung dalam rapat di Kantor KIP Kota Subulussalam, Rabu, 2 Mei 2018.
Ia juga meminta KIP Kota Subulussalam untuk membuat pelatihan kepada KPPS sehingga benar-benar memahami tugas fungsi mereka selaku penyelenggara Pilkada 2018. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan, yang dapat mencederai pesta demokrasi ni.
Komisioner Divisi Teknis KIP Kota Subulussalam, Sumardi Pasaribu, mengatakan, pihaknya sudah menjadwalkan program pelatihan bagi KPPS, dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Sumardi menyebutkan, dalam pelatihan tersebut akan dibekali pengetahuan tentang penyelenggaraan pilkada, sehingga pesta demokrasi ini berjalan lancar tanpa hambatan. Sementara terkait saran agar memilih di awal pencoblosan, KIP akan menyampaikan hal itu kepada KPPS saat pelatihan.[]


