MANUSIA dalam kenyataannya tidak dapat sendirian, manusia tidak dapat terpisah dengan manusia lainnya dalam pergaulan sehari-hari, baik orang kaya maupun orang miskin. Di samping itu untuk kehidupan bersama sangat diperlukan adanya rasa sosial dalam kehidupan. Rasa sosial harus selalu dimiliki oleh setiap orang tua, guru, anggota masyarakat serta masyarakat awam untuk direalisasikan sesuai dengan Alquran dan hadist. Di antaranya rasa belas kasihan terhadap orang lemah.
Untuk itu setiap orang hendaklah memiliki kepedulian sosial sehingga dengan mudah menanggulangi kehidupan orang miskin dan kaum duafa dalam memenuhi kebutuhan hidup. Oleh sebab itu dalam ajaran Islam masalah rasa sosial terhadap sesama manusi harus juga dijaga sebaik-baiknya. Bahkan tidak sempurna iman seseorang manusia jika belum mencintai saudaranya sebagaimana manusia itu mencintai dirinya sendiri.
Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: Dari Annas r.a dari nabi SAW tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, melainkan sebelum ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR . Muslim). Berdasarkan uraian tersebut di atas bahwa rasa belas kasihan terhadaf kaum yang lemah atau kaum duafa sangat ditekankan dalam menunjang kesempurnaan hidup dunia dan akhirat manusia.
Dalam kehidupan pribadi manusia harus ada rasa saling bersatu dan saling tololng menololng serta bekerja sama dalam menempuh kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah SWT. Seperti sabda Rasulullah SAW: Abdullah bin Umar berkata: Rasululla SAW bersabda : seseorang muslim saudara terhadap sesama muslim, tidak menganiaya dan tidak dibiarkan dianiaya orang lain, dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan sesama muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannyan di hari kiamat. Dan siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya dihari kiamat (H.R Bukhari )
Dari uraian hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa muslim itu bersaudara walau mereka tidak saling kenal mengenal antara sesamanya. Orang muslim juga harus menjaga saudaranya di saat musuh datang untuk menyakitinya, maka menjadi tugas seorang muslim pulalah untuk menjaganya dan melindunginya. Seorang muslim harus memenuhi keperluan atau kebutuhan saudaranya di saat berkekurangan karena dengan perbuatan tersebut Allah akan juga menutupi kebutuhan bagi yang menolongnya. Melapangkan atau meringankan orang lain daripada kesusahan adalah tugas dari seorang muslim. Hingga muslim tersebut akan diberi nikmatnya di hari kiamat kelak.
Seseorang muslim yang mau menjaga dan mau menuntupi rahasia atau (aib) saudaranya, maka Allah akan menutupi aib orang tersebut di akhirat kelak. Manusia dalan kehidupannya harus ada rasa sosial terhadap sesamanya dalam kehidupan sehari-hari dalam tuntunan ajaran Islam. Dari hadis tersebut ternyata banyak hal-hal yang dapat dicontohkan oleh seorang muslim dalam membentuk pribadi sosial pada dirinya.
Terhadap orang tua harus membiasakan selalu kepada anaknnya rasa hormat dan sopan santun dalam keluarga semenjak anaknya masih kecil. Rasa hormat dan berbuat baik kepada orang tua ada batasnya, yang berlaku sepanjang kehidupannya. Seorang anak wajib memelihara dan menghormati orang tua.
Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al-Isra ayat 23: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (Al-Isra: 23).
Dalam hadis lain Rasulullah bersabda diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a beliau berkata :ada seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW seraya bertanya: siapakah manusia yang paling berhak aku layani dengan sebaik mungkin? Rasulullah SAW bersabda: Ibumu Dia bertanya lagi: kemudian siapa? Rasulullah kemudian bersabda: Kemudian Ibumu Dia terus bertanya: kemudian siapa? Rasulullah bersabda: kemudian Ibumu. Kemudian terus bertanya? kemudian Ayahmu. (H.R Bukhari Muslim)
Jadi maksud dari ayat dan hadis janganlah sekali-kali seorang anak mengatakan kata ah kepada orang tua karma tidak dibolehkan dalam agama apalagi mengucapkan kata-kata atua memperlakukan mereka dengan lebih kasar dari pada itu, sebab orang tua telah bersusah payah membesarkan kita dari kecil sampai dewasa. Bahkan Rasulullah menganjurkan untuk menghormati ibu terlebih dahulu baru kemudian bapak.[]


