1. Putar bahu ke belakang sebanyak 10 kali
2. Angkat bahu dan himpitkan bahu sebanyak 10 kali
3. Dongakkan kepala selama 10 menit
4. Tempelkan telinga ke bahu dan lakukan pada sisi kanan dan kiri sebanyak 10 kali

Ilustrasi via Munzirul

Perubahan pola prilaku atau kebiasaan sangat penting dalam proses mengurangi rasa tegang pada leher ini yaitu:
1. Jangan menghimpit telepon anda dengan bahu dan telinga. Lebih baik menggunakan headset atau speaker/pengeras suara
2. Hindari merokok karena kebiasaan ini dapat menimbulkan nyeri dan tegang pada leher
3. Hindari menggunakan matras dan kasur terlalu empuk karena tidak dapat menyangga leher anda dengan baik
4. Tidurlah dengan posisi telentang dengan mengganjal paha dengan bantal
5. Sesuaikan meja belajar atau media pendukung anda berkerja dengan postur tubuh anda agar dapat meminimalkan gejala membungkuk.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab dari leher terasa tegang tersebut dapat dilakukan. Pemeriksaan foto rontgent, Ct Scan dan MRI guna memberikan gambaran di leher seperti saraf terjepit atau pengeroposan tulang.
EMG pemeriksaan ini dilakukan jika dokter mencurigai adanya saraf terjepit untuk melihat apakah saraf masi dapat berfungsi dengan baik. Pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui apakah adanya keterlibatan infeksi. Pemeriksaan fungsi lumbal melihat sampel cairan otak (cairan serebrospinal) di sela bagian tulang belakang. Hal itu untuk melihat apakah adanya infeksi selaput otak atau pada saraf tulang belakang, apakah ada infeksi bakteri maupun virus.

Ada beberapa kriteria serangan pada rasa tegang leher ini. Tipe serangan yang jarang adalah seseorang mengalami gejala dalam 1 hari setiap bulannya ataupun 12 kali dalam satu tahun. Tipe sering mengalami rasa tegang dalam 1 bulan bisa sampai 15 hari merasa tegang atau nyeri, yang berlangsung setidaknya 3 bulan hingga 6 bulan, dan gejala kronik yaitu di atas 15 hari dalam 1 bulan, juga merasakan gejala tegang dengan kurun waktu di atas 3 bulan ataupun 6 bulan.