TAKENGON – Waled Munir dari Pidie Jaya mengisahkan, ada satu hal yang sangat ditakuti Nabi Muhammad saw. Bahkan hal itu melebihi takutnya kepada dajjal (dajal).

Lalu, sahabat bertanya, “Apa itu ya Rasul?” Rasul menjawab, “Saya lebih takut kepada yang bukan dajal”.

Sahabat kembali bertanya, “Apa itu yang bukan dajal?” Rasul menjawab, “Yang bukan dajal itu, mereka yang menyerukan kebaikan, namun ia sendiri mengingkari apa yang diserukannya”.

“Seorang bapak menyuruh anaknya ngaji, tapi bapak itu sendiri nonton TV. Pejabat menyerukan tidak mencuri, tapi ia sendiri korupsi”. Demikian dikisahkan Waled Munir dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Ghamamah, Gampong Kandang, Kecamatan Samalanga, Bireuen, Jumat, 23 September 2016.

Pimpinan Dayah Babul Ilmu Syafi'iyah Qiran, Kecamatan Jangka, Pidie Jaya itu melanjutkan, penjabaran dari hadis itu bukan pula nabi melarang umatnya untuk diam tanpa larangan saat melihat maksiat.

Namun, kata Waled Munir, hadis itu lebih jauh menyiratkan bahwa, “Apa yang kita serukan kebaikan, sudah selayaknya orang itu sendiri juga berbuat demikian”.

Peugah beuna lagee buet. Nyoe tugas geutanyoe jinoe umat Nabi Muhammad supaya bek jeut keu ureung yang geu takutkan le nabi,” kata Waled Munir.[]