Dalam bulan Syakban tersimpan sejarah Islam yang patut digali dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit peristiwa besar yang terjadi pada bulan Syakban yang mulia ini. Bahkan pada bulan Syakban tepatnya tahun kedua Hijriah umat Islam mulai diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadan.
Pada bulan ini juga diturunkan ayat salawat. Dalam masalah bersalawat, Allah SWT menurunkan ayat tentang perintah membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW berbunyi: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al Ahzab;56).
Disebabkan turunnya ayat perintah bersalawat yang terjadi pada Syakban, sehingga ada ulama berpendapat Syakban dengan bulan salawat dan bahkan sangat menganjurkan memperbanyak membacanya di bulan berkah ini.
Di samping itu baginda Rasulullah SAW juga menikah dengan Sayyidatuna Hafshah binti Umar Ra tepatnya pada bulan Syakban tahun ketiga Hijriyah. Sosok wanita bernama Hafshah binti Umar radhiyallahu anhuma itu merupakan janda dari Khunais bin Hadafah yang meninggal setelah kembali dari perang Badar.
Di antara peristiwa lainnya di bulan Syakban, pertama, perang Badar kedua (as-sughra). kedua, kelahiran Sayyidina Abdullah ibn az-Zubair. Ketiga, kelahiran Sayyidina al-Husain ibn Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhum. Keempat, perang Bani al-Musthaliq. Kelima, baginda Rasulullah Saw menikah dengan sayyidah Juwairiyah bintu al-Harist radhiyallahu anha.
Keenam, peristiwa al-Ifki (dusta ) setelah perang bani al-Musthaliq terjadilah sebuah peristiwa dusta yaitu fitnah yang disebarkan dengan tuduhan bahwa sayyidah Aisyah radhiyallahu anha berselingkuh dengan Shafwan bin Muaththal. Namun Allah SWT menjawab fenomena tersebut dengan menurunkan ayat surat An-Nur ayat 11 hingga13 yang menjelaskan bahwa sayyidah Aisyah bersih dari semua tuduhan keji tersebut.
Namun terhadap mereka orang yang terlibat dalam penyebaran berita ini dihukum cambuk 80 kali, mereka adalah Misthah bin Utsatsah, Hamnah binti Jahsyi, dan Hasan bin Tsabit. Hadist ifki ini terjadi pada bulan Syakban tahun keenam Hijriyah.
Setidaknya berbagai peristiwa di bulan ini, menjadi barometer kita untuk terus meningkat ibadah dan introspeksi diri di bulan Syakban ini.[]



