LHOKSEUMAWE — Warga di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Hadi, mengaku menerima sekitar 1.250 benih lele bantuan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) setempat. Namun, ratusan benih atau bibit lele itu sudah mati.
Hadi menerima bantuan bibit lele itu pada Rabu, 11 November 2020, sore. Bahkan hari pertama diterima bibit itu ada yang mati sekitar 100 lebih. Setelah dilepaskan ke dalam kolam terpal sebagian bibit lele bantuan itu mengapung.
“Sebenarnya ini bantuan ketahanan pangan program DKPPP. Saya mengajukan proposal bantuan itu pada September 2020 secara perorangan. Sekitar 1.250 bibit ikan lele yang saya terima. Tentunya dengan kondisi seperti ini pihak DKPPP Lhokseumawe harus mengetahui supaya dapat dievaluasi kinerja-kinerja di lapangan ke depan,” kata Hadi, Sabtu, 14 November 2020.
Menurut Hadi, sejak hari pertama diterima bibit ikan lele itu sampai Sabtu, sekitar 400 bibit yang sudah mati. Tapi sebelumnya pada Oktober 2020 ia juga menerima bantuan bibit itu secara pribadi dari Kepala DKPPP Lhokseumawe, Muhammad Rizal yang kualitasnya lebih bagus.
“Tapi saya kurang paham apakah bantuan serupa juga dialami penerima lainnya atau tidak. Kita mengharapkan dapat diganti secara keseluruhan bibit ini yang lebih bagus oleh DKPPP, ukurannya bisa lebih besar lagi. Sedangkan bibit ikan lele yang kita terima sekarang hanya berukuran 3 centimeter, kita berharap bibitnya ukuran 6 centimeter diberikan sebagaimana bantuan secara pribadi dari Pak Rizal,” ujar Hadi.
Hadi menambahkan, kalau ukuran 6 centimeter itu lebih tahan dalam beradaptasi dengan kondisi kolamnya. Jika bibit itu terlalu kecil dinilai lebih mudah terserang penyakit.
Sementara itu Kepala DKPPP Lhokseumawe, Muhammad Rizal mengatakan akan menurunkan tim untuk dicek penyebab matinya bibit lele bantuan tersebut.
“Hampir semua desa ada masyarakat yang memiliki kolam untuk membudidaya ikan lele. Sebagian desa ada dua atau lima kolam dan tergantung berapa jumlahnya. Pertama memang penerima bibit itu mengajukan ke DKPPP, selanjutnya kita melakukan verifikasi sehingga bagi yang punya kolam maka sudah memahami cara membudidayakannya,” ungkap Rizal.
Namun, lanjut Rizal, pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk tim serta melibatkan Muspika untuk mengecek perkembangan di lapangan, karena ada beberapa orang penerima bibit lele bantuan yang melaporkan hal serupa.[]



