LHOKSEUMAWE – Selama pademi coronavirus disease 2019 (Covid-19) melanda, jumlah pendapatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Lhokseumawe menurun drastis, seperti dialami Ilyas Adam (58), pengrajin rotan di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Ilyas Adam mengaku selama tahun 2020, mulai sepi pesanan dari konsumen. Baik itu berupa kursi tamu, tempat tidur, meja, lemari dan keranjang yang terbuat dari rotan. Ilyas telah menjalani profesi sebagai pengrajin rotan itu sejak tahun 2000, dari usahanya itu ia menghidupi keluarganya.

“Sejak saya membuka usaha ini beberapa tahun lalu, permintaan konsumen setiap bulan mengalami peningkatan. Tetapi selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan omzet, dan orderannya pun berkurang hampir di semua produk yang berbahan rotan itu baik berupa kursi tamu, ayunan, kursi santai, kursi teras, tempat tidur dan lemari,” ungkapnya, Sabtu 14 November 2020.

Ilyas biasa mendapatkan pesanan dari masyarakat dan instansi pemerintah. Biasanya permintaan meningkat menjelang bulan suci Ramadan dan lebaran. Tapi pada lebaran tahun 2020 pesanannya tetap sepi karena dampak pendemi.

Selain penjualan yang menurun drastis, Ilyas menyebutkan, bahwa produksi kerajinan rotan juga mengalami kendala untuk bahan baku yang mulai sulit didapatkan. Biasanya untuk rotan itu dibeli dari orang lain yang tersedia di kawasan Aceh Tengah, dengan harga Rp2 ribu hingga Rp15 ribu per batang.

“Akan tetapi walaupun kondisi saat ini sepi pembeli untuk produk terbuat dari rotan, saya yakin kerajinan ini akan terus menjadi incaran warga ke depan,” ungkap Ilyas Adam optimis.[]