SIGLI – Ratusan calon jamaah umrah dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh dilaporkan sudah tiga bulan belum mendapat kepastian keberangkatan dari PT. Azizi Tour & Travel yang bekantor pusat di Medan, Sumatera Utara.

“Sampai hari ini, 2 April 2017, belum ada tanda-tanda diberangkatkan ke Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah umrah. Padahal, jamaah tersebut dijanjikan diberangkatkan pada Januari 2017. Artinya, jamaah sudah tiga bulan terbengkalai dengan janji-janji kosong perusahaan tersebut. Di antara ratusan jamaah umrah tersebut termasuk kedua orang tua saya dan juga kedua mertua saya,” ujar Mahfuddin Ismail S.Pd.I., M.A.P., anggota DPRK Pidie dalam keterangan tertulisnya diterima portalsatu.com, Minggu, 2 April 2017, malam.

Mahfuddin menjelaskan, jamaah umrah tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota di Aceh mulai Kabupaten Pidie sampai Aceh Utara. Kata dia, setoran uang jamaah umrah dengan perwakilan PT. Azizi Grup & Travel mulai Rp21,5 juta sampai Rp25 juta perjamaah dengan paket 20 hari termasuk waktu keberangkatan atau sampai kembali ke tempat.

Menurut Mahfuddin, tidak adanya kepastian keberangkatan membuat kecewa dan panik ratusan calon jamaah umrah itu. “Padahal, setoran calon jamaah umrah mulai dari Mei 2016 yang dijanjikan berangkat pada Januari 2017. Artinya, tujuh bulan setelah setoran uang, jamaah (akan) diberangkatkan, tetapi sampai hari ini sudah memasuki April 2017 belum ada jadwal keberangkatan sebagaimana janji yang disepakati kepada jamaah umrah. Padahal, sudah tiga bulan jamaah terbengkalai dan tidak diberitahukan apa-apa,” katanya.

Mahfuddin menyebut PT. Azizi Tour & Travel terkesan tidak mau bertanggung jawab terhadap masalah ini. Buktinya, kata dia, ratusan jamaah umrah terbengkalai dan tidak ada tanda-tanda kepastian keberangkatannya. “Kami meminta Kementerian Agama di Jakarta sebagai instansi negara yang bertanggung jawab terhadap kemaslahatan jamaah haji dan umrah agar menegur keras dan mengevaluasi kinerja perusahaan tersebut,” ujar dia.

“Sepertinya PT. Azizi ini sudah banyak sekali masalah selama ini. Perusahaan tidak boleh semena-mena dan mengabaikan keinginan ratusan jamaah melakukan ibadah umrah tersebut. Selama tiga bulan ini ratusan calon jamaah tersebut panik dan sedih karena tidak ada kabar keberangkatan. Padahal, beberapa bulan lagi menjelang bulan haji atau bulan Zulhijah yang kemungkinan besar khusus jamaah umrah ditutup pelaksanaan ibadahnya,” kata Mahfuddin lagi.

Mahfuddin mengatakan, beberapa tahun lalu juga ada masalah dalam keberangkatan jamaah umrah. “Kami mendesak PT. Azizi Tour & Travel tersebut harus bertanggung jawab terhadap masalah ini dan segera memberangkatkan ratusan calon jamaah umrah tersebut,” ujarnya.[](rel)