SUBULUSSALAM – Ratusan ikan gabus di kawasan rawa kebun PT. Budi Daya Abadi (BDA) di Kecamatan Longkib Kota Subulussalam ditemukan mati.
Camat Longkib, Hal Haris, yang telah menerima pengaduan warga terkait kejadian itu mengatakan, keberadaan ikan gabus di rawa tersebut merupakan sumber mata pencarian masyarakat setempat. Masyarakat merasa heran saat menemukan ikan-ikan berbobot 2-3 kilogram itu mati mendadak.
“Kami tidak tau penyebab matinya ikan gabus ini, kami merasa heran,” kata Hal Haris menirukan ucapan warga kepada portalsatu.com, Selasa, 12 Januari 2016.
Ia mengatakan fenomena ganjil itu telah terjadi sejak tiga hari lalu. Pihaknya juga meminta dinas terkait untuk turun ke lapangan dan mencari tahu penyebabnya. Ia juga khawatir bila masyarakat mengonsumsi ikan gabus di rawa tersebut.
“Kami minta pihak dinas terkait agar meneliti fenomena ini, karena masyarakat di sini merasa heran dan waswas dan menuntut kejelasan malapetaka itu. Apakah disebabkan oleh fenomena atau proses alam, atau terjadi karena kegiatan manusia sehingga terjadi pencemaran air dan membuat ikan di sini mati secara massal,” katanya.
Kejadian serupa juga ditemukan di Desa Panglima Sahman dan Desa Tualang Kecamatan Rundeng. Masyarakat yang tinggal di kawasan DAS kaget melihat banyak ikan gabus terkapar mati.
Warga Desa Panglima Sahman, Jadam Basri, mengatakan ia melihat ikan gabus mati di permukaan anak sungai. Kondisi itu sudah terjadi hampir tiga minggu sejak Desember 2015 lalu.
Apabila dibiarkan kondisi ini akan mengakibatkan kehilangan mata pencarian di masyarakat yang menggantungkan hidupnya di bidang ikan, kata Jadam.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kota Subulussalam Ir. Sulisman yang dihubungi melalui telepon mengatakan ia akan menurunkan stafnya sore ini ke lokasi untuk mengecek kejadian tersebut.[] (ihn)
Laporan Wahda di Subulussalam




