BLANGKEJREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jika masalah tersebut terus dibiarkan akan berdampak terhadap prekonomian masyarakat banyak.

Permintaan itu disampaikan H. Ibnu Hasim, Anggota DPRK Gayo Lues, Rabu, 4 Februari 2026. Menurutnya, masalah BBM di Kabupaten Gayo Lues ada yang janggal hingga dirinya merasa geram.

“BBM jenis Pertalite hampir setiap hari masuk ke SPBU, tetapi jumlah kendaraan yang mengantre malah bertambah banyak, bahkan malam ini sudah sampai 1 Kilometer kendaraan mengantre di SPBU Raklunung,” kata Ibnu Hasim melalui telepon Whatsapp.

Mantan Bupati Gayo Lues dua periode itu mengatakan saat ini diduga banyak oknum tertentu yang memanfaatkan BBM untuk mendapatkan keuntungan pribadi, sehingga polisi dan Pemda harus segera turun tangan.

“BBM hampir setiap hari masuk ke SPBU, jumlah yang ngantre semakin banyak, dan pengecer BBM juga semakin banyak. Jika tidak segera ditindak oleh kepolisian dan Pemda, kita khawatir keadaan ini akan terus berlanjut,” ujar Ibnu Hasim.

Pascabanjir dan tanah longsor di Gayo Lues, kata Ibnu Hasim, mobil tangki sudah bisa masuk ke SPBU, tetapi kendaraan yang mengantre di SPBU Raklunung malah bertambah parah karena mulai dari ujung jembatan Penampaan hingga ke SPBU Raklunung.

“Polisi dan Pemda harus menindak tegas oknum yang bermain BBM ini, baik itu pemilik mobil yang setiap hari mengantre dan menjual BBM-nya maupun pihak SPBU itu sendiri,” tegasnya.[]