SIGLI – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie, Senin, 30 November 2020, malam, membuat ratusan rumah di sejumlah gampong terendam banjir genangan. Tidak ada korban jiwa dan tak ada warga yang mengungsi.

Banjir disebabkan hujan deras di pengunungan hingga terjadi luapan Krueng Baro. Luapan sungai dan hujan ditambah dengan pasang air laut membuat permukiman penduduk terendam dari pagi hingga sore hari. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Junidar, kepada portalsatu.com/, Selasa 1 Desember 2020 mengatakan berdasarkan data yang sudah masuk ada beberapa gampong terjadi genangan, terparah di Kecamatan Pidie.

“Guyuran hujan deras semalan mengakibatkan banjir genangan dan ratusan rumah warga terendam,” terangnya.

Genangan terjadi selain akibat hujan dan luapan air sungai, menurut Junidar juga disebabkan beradu dengan pasang laut sehingga genangan bertahan hingga malam hari.

Adapun data sementara yang dikumpulkan BPBD dari lapangan ada enam gampong terparah genangan, bahkan ratusan rumah warga terendam. Sejumlah ruas  jalan ikut terendam hingga 70 cm. 

“Lima gampong berada di Kecamatan Pidie dan satu Gampong di Kecamatan Kota Sigli. Yaitu, Gampong Krueng Dhoe, Cot Rheng, Cot Teungoh, Keunire, Lampoh Lada dan Gampong Asan,” papar Junidar.

Adapun rincian jumlah keluarga yang rumahnya terendam jelas Junidar, masing – masing, Krueng Dhoe 18 keluarga, Cot Rheng 140 keluarga, Cot Teungoh 120 keluarga, Keunire 70 keluarga dan Lampoh Lada 17 keluarga.

Sementara untuk Gampong Asan belum ada rincian jumlah keluarga yang terendam, namun jika dilihat kondisi genangan sangat parah dan jalur sulit diakses, diperkirakan hampir seluruh rumah di Gampong Asan terendam banjir.

Pantauan portalsatu.com/, hingga Selasa malam, permukiman warga Gampong Asan masih terendam bahkan jalan akses sulit dilintasi kendaraan lantaran genangan masih selutut orang dewasa.[]