BLANGKEJEREN — Ratusan tenaga honorer atau Pegawai Tidak Tetap Kabupaten (PTTK) di Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues yang dirumahkan sejak akhir tahun 2019 lalu meminta kejelasan pemerintah setempat.
Evi salah satu honorer mengatakan, seluruh tenaga honorer atau PTTK yang dirumahkan sangat berharap dipanggil lagi untuk bekerja di Puskesmas-Puskesmas ataupun Pustu dan Polindes.
“Jujur, kami sangat membutuhkan pekerjaan, dan kami tidak tahu lagi harus melamar pekerjaan ke mana jika Pemda tidak memanggil kami, apa lagi, sebentar lagi sudah masuk bulan Rhamadan, kami benar-benar binggung, makanya kami sangat berharap agar ada kejelasan dari Bupati,” harapnya.
Tenaga honorer yang dirumahkan itu ada yang baru tamat dari universitas dan banyak juga yang sudah mengabdi di atas lima tahun, jika sampai akhir bulan Maret 2020 ini juga tidak dipanggil oleh Dinas Kesehatan, harapan mereka benar-benar hampa untuk bisa mendapatkan pekerjaan.
Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru mengatakan sedang dilakukan penelitian kebutuhan dinas, bila dinas membutuhkan akan dipanggil dengan status honor daerah, sedangkan untuk tenaga honorer PTTK akan direkrut dan ditentukan oleh pihak Kemenpan.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues, Purnama Abadi, mengatakan Dinas Kesehatan masih sangat membutuhkan tenaga honor di Puskesmas, Polindes dan Pustu yang telah dibangun, namun yang menjadi kendala pemanggilan petugas kesehatan adalah masalah gaji.
“Yang menyulitkan kami di Dinas Kesehatan adalah masalah gaji, kalau sudah ada kejelasan antara legislatif dan eksekutif, kami bisa langsung membuatkan SK dan mereka dipanggil lagi, namun hingga hari ini, penjajakan yang kami lakukan belum ada kesimpulan akhir,” katanya.
Purnama Abadi berinisiatif tidak membuat SK ataupun memanggil tenaga kesehatan sebelum gajinya jelas disetujui semua pihak supaya tidak menjadi bumerang, dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan Bupati supaya tenaga kesehatan yang dibutuhkan bisa dalam waktu dekat kembali bekerja. [**]



