BANDA ACEH – Salah satu komponen Pendapatan Asli Aceh (PAA), yakni Hasil Pengelolaan Kekayaan Aceh yang Dipisahkan, realisasinya telah melampaui target pada tahun 2024 ini.

Data dihimpun portalsatu.com/, Senin, 19 Agustus 2024, dalam dokumen APBA tahun 2024, Pemerintah Aceh menargetkan Hasil Pengelolaan Kekayaan Aceh yang Dipisahkan senilai Rp257,74 miliar. Target itu bersumber dari bagian laba yang dibagikan kepada Pemerintah Aceh (dividen) atas penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Aceh (BUMA).

Dikutip pada laman resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (DJPK Kemenkeu), data update per 18 Agustus 2024, realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Aceh yang Dipisahkan mencapai Rp267,66 miliar atau 103,85% dari target Rp257,74 M.

“Iya, benar, sesuai dengan LRA (Laporan Realisasi Anggaran) kita per Juli 2024. Tepatnya Rp267.660.903.349,” kata Kepala Bidang Pendapatan pada Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA), Saumi Elfiza, dikonfirmasi portalsatu.com/ via pesan Whatsapp, Senin (19/8).

Saumi menyebut realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Aceh yang Dipisahkan per Juli 2024 senilai Rp267,66 miliar itu merupakan dividen diterima Pemerintah Aceh dari PT Bank Aceh Syariah (BAS), PT Pembangunan Aceh (Pema), dan PT BPR Syariah Mustaqim.

Ditanya paling besar dividen BUMA yang mana dari tiga BUMA atau Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) milik Pemerintah Aceh itu, Saumi mengatakan, “Paling besar [PT] BAS, yang kedua [PT] Pema, dan yang ketiga [PT] BPR [Mustaqim]”.

Berikut target komponen PAA lainnya dan realisasi per Juli 2024:

Target Pajak Daerah Rp1,92 triliun, realisasi Rp1,14 triliun (59,22%);

Target Retribusi Daerah Rp14,22 miliar (M), realisasi Rp9,06 M (63,71%);

Target Lain-lain PAD/PAA yang Sah Rp814,19 M, realisasi Rp550,34 M (67,59%).

Secara keseluruhan, target PAA dalam APBA murni 2024 Rp3,01 triliun, realisasi per Juli Rp1,96 triliun (65,32%).

Lihat pula: Realisasi Pendapatan Asli Aceh 2019-2023, Kapasitas Fiskal, dan Target 2024.[](nsy)