BLANGKEJEREN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues tahun 2020 sudah terealisasi Rp32.403.342.198 dari target Rp36.175.938.000 atau 89,57 persen. Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) setempat meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPD) segera merealisasikan PAD sebagaimana ditargetkan.
Berdasarkan data akhir di-input Bidang Pendapatan BPKK Gayo Lues, 24 Oktober 2020, Dinas Kesehatan Gayo Lues sudah menyetorkan PAD Rp3.361.323.286 dari target Rp5.947.800.000 atau 56.51 persen, realisasi PAD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rp16,2 miliar dari target Rp13,844 miliar atau 117,12 persen.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) baru menyetorkan Rp7 Juta dari target Rp41 juta lebih atau 17,04 persen, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Rp11 juta lebih dari target Rp20 juta atau 54,40 persen, Dinas Pangan dan Perikanan Rp51 juta dari target Rp58 juta atau 87,93 persen.
Dinas Lingkungan Hidup sudah menyetorkan PAD Rp64 juta lebih dari target Rp81 juta lebih atau 79,35 persen, Dinas Perhubungan Rp73 juta lebih dari target Rp96 juta lebih atau 76,29 persen, Diskominfo Rp25 juta lebih dari target Rp41 juta lebih atau 61,27 persen.
Dinas Pertanian baru menyetorkan PAD Rp1 miliar lebih dari target Rp2 miliar lebih atau 49,74 persen, Disprindakop Rp50 juta dari target Rp94,5 juta atau 52,91 persen, Dinas Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Rp159,8 juta dari target Rp358 juta atau 44,65 persen, Sekretariat Daerah Rp12,5 juta dari target Rp20 juta atau 62,50 persen, Sekretariat Baitul Mal Rp2,998 miliar dari target Rp3,9 miliar lebih atau 76,79 persen, dan BPKK Rp8,3 miliar lebih dari target Rp9,6 miliar lebih atau 86,90 persen.
Mukhtar, Kepala BPKK Gayo Lues, Selasa, 3 Nopember 2020, mengatakan seluruh SKPK yang belum melunasi PAD masih ada waktu melunasi hingga Desember 2020.
“Harapan kita kepada SKPK yang realisasi PAD-nya masih lemah agar bisa menuntaskan dalam sisa waktu yang singkat di tahun 2020 ini,” katanya menjawab wartawan melalui pesan WhatsApp.[]



