Oleh Taufik Sentana*
Pase Raya didirikan, Paloh Dayah menjadi bandar utama Aceh, sebab ianya tepat di tengah tengah wilayah Aceh keseluruhan. Selain sebagai pusat pemerintahan, tersedia pula ragam usaha di bidang teknik pertukangan benda benda dan perkebunan. Disana juga ada balai wakil rakyat yang kesohor sampai ke belahan dunia dengan konsep canggih, menyatukan kemashuran era lampau dan seni zaman kini,setahun sekali diadakan pertemuan cerdik pandai dunia di forum tersebut.
Wilayah lainnya, Nagan dan Simeulue sebagai kota perkebunan dan bendungan. Sabang dan Bandar Aceh sebagai pusat pendidikan, pelabuhan dan perkunjungan.
Sebelumnya, warna pembangunan manusia Aceh didominasi oleh tradisi murni Islam, mulanya setiap anak belajar di rumah, dilanjutkan ke balai Meunasah lalu ke Dayah Dayah dengan jenjang yang lebih tinggi, untuk menguasai dasar agama sebelum menguasai bidang bidang lainnya. Sebab, keyakinan akan Kuasa Allah sebagai landasan pembangunan.
5. Dalam dokumen rahasia Perubahan Mutlak yang dibayangi oleh penggerak utama, sejak tahun 2022, telah dibangun jalur kereta listrik empat jalur, menembus seluruh penjuru Aceh, demikian halnya jembatan layang, dari Krueng Aceh, Lhokseumawe, Takengon, melingkar seterusnya ke Barat Aceh, sampai ke Medan-Barus, menembus hutan dengan pancang pancang tinggi dan membelah gunung gunung.
6. Sekumpulan penggerak rahasia memiliki taman peradaban yang memukau. Ada tujuh puluh Padang rumput, dengan tiga warna, di tengahnya sungai bening mengalir, dilengkapi kebun kebun yang menambah kesejukan dan kesenangan. Semua anggota perkumpulan bersidang disini untuk menilai dan merancang kemajuan Aceh sebagai dasar pertimbangan pemerintahan.[]
Bersambung…………..ke petikan ketiga tentang kekhasan Aceh lainnya, kuliner dan gaya hidup masyarakat serta gambaran kemajuannya………
*Peminat literasi sosial dan budaya.



