LHOKSEUMAWE – Pemko Lhokseumawe merehabilitasi bangunan eks-SMP 1 di Kompleks Perumahan PT PAG di Kecamatan Muara Satu menjadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Rumah Sakit Arun. Proyek “Rehab Ruang Isolasi RS Arun dan Perlengkapan Kamar” menggunakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2021 dengan nilai kontrak Rp566,7 juta itu sedang dikerjakan rekanan.
Amatan portalsatu.com/, Kamis, 3 Juni 2021, sekitar pukul 11.44 WIB, di lokasi itu ada dua bangunan sudah dicat warna putih, merah maroon, dan kuning. Dua bangunan tersebut masing-masing sudah disekat menjadi tiga ruangan (totalnya enam ruangan). Semua ruangan tampak masih kosong dan pintunya terkunci. Salah satu bangunan yang direhab itu pada bagian depan bertuliskan “Pintu Masuk IGD”.

(Foto: Fazilportalsatu.com/)
Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Marzuki, dikonfirmasi portalsatu.com/, Kamis, mengatakan rehab Ruang Isolasi atau PINERE RS Arun dalam proses pengerjaan. “Masih dalam proses rehab. Ditargetkan nantinya Ruang PINERE RS Arun itu bisa menampung 60 orang,” ujarnya.
Meurut Marzuki, Pemko Lhokseumawe juga sudah menyiapkan Ruang Isolasi untuk pasien Covid-19 dengan status OTG (orang tanpa gejala) di kawasan Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu. “Di sana terdapat 13 ruangan dan sudah dilengkapi bed (ranjang),” tutur Marzuki yang juga Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemko Lhokseumawe.
“Selama ini pasien Covid-19 di Lhokseumawe ditangani di RSUD Cut Meutia (Buket Rata, Lhokseumawe) sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, dan juga di RS Kesrem Lhokseumawe. Ruangan di dua rumah sakit itu masih mencukupi untuk menampung pasien Covid-19. Tapi seandainya nanti suatu saat pasien Covid-19 melonjak, maka bisa ditempatkan di Ruang PINERE RS Arun, dan Ruang Isolasi di Blang Panyang (untuk OTG),” kata Marzuki.[]





