ACEH UTARA – Progres proyek rehabilitasi Bendung Irigasi Krueng Pase di Gampong Pulo Blang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, sampai saat ini baru 35 persen. Dampak belum rampungnya proyek itu mengakibatkan 8.922 hektare sawah milik petani di delapan kecamatan di Aceh Utara dan satu kecamatan di Lhokseumawe tidak bisa ditanami padi.

Humas PT Rudy Jaya, Surya Darma, kepada wartawan, Sabtu, 24 September 2022, mengatakan pihaknya sebagai rekanan sedang mengebut pembangunan agar salah satu sayap irigasi tersebut bisa difungsikan, sehingga sawah warga tidak mengalami kekeringan terlalu lama.

“Kita memang mengakui adanya keterlambatan pengerjaan yang baru mencapai 35 persen. Kondisi ini disebabkan faktor cuaca yang menghambat pembangunan. Terkadang hujan lebat hingga terjadi peningkatan debit air di sungai maka sedikit kendala di lapangan,” kata Surya Darma di lokasi proyek tersebut.

Menurut Surya, masih banyak yang harus dikerjakan termasuk apron atau lantai muka dasar dan badan bendung yang memiliki fungsi untuk menghalangi air. “Ini terus dipacu. Jika cuacanya bagus maka cepat proses pengerjaannya,” ucap dia.

Dia menyebut rehabilitasi Bendung Krueng Pase itu dikerjakan sejak November 2021. “Kita targetkan pembangunan harus selesai pada Desember 2022. Mudah-mudahan selesai tepat waktu,” ujar Surya.

Salah seorang petani setempat, Saifullah, mengatakan mulanya kerusakan mercu Bendung Irigasi Krueng Pase peninggalan Belanda itu terjadi pada 2008 lalu. Warga dari sembilan kecamatan pernah melakukan perbaikan secara swadaya untuk bisa mengaliri air ke sawah, tapi tidak bertahan lama dan seiring berjalan waktu terus mengalami kerusakan.

“Akhir tahun 2020 juga dihantam banjir saat debit air Krueng Pase tinggi,” kata Saifullah.

Saifullah menyebut para petani harus menunggu selesainya pembangunan bendung irigasi itu untuk bisa menggarap kembali sawah mereka.

“Saya sudah menunda masa tanam selama dua tahun terakhir, karena tidak sempurna tanaman padi dengan kondisi air tidak menentu. Yang ada malah kita mengalami kerugian apabila memaksakan turun sawah,” ujarnya.[]