REDELONG – Otoritas Bandara Rembele mengajukan anggaran pembangunan gudang kargo di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Sebelumnya pihak Bandara Rembele telah menyelesaikan 2.400 meter perpanjangan landasan baru dan membangun pagar pengaman di seputar bandara.
“Gudang kargo sangat penting, karena Bandara Rembele memang lebih diarahkan menjadi bandara kargo. Wilayah Gayo merupakan wilayah pertanian, kargo salah satu yang dapat mempertahankan hasil pertanian untuk ekspor,” kata Kepala Bandara Rembele, Syaifullah Siregar kepada Anggota DPD RI asal Aceh, Rafli, Sabtu, 9 Januari 2015.
Syaifullah mengharapkan seluruh finishing selesai semua tahun ini.
Berdasarkan pantauan portalsatu.com, terlihat di ujung landasan pesawat sedang dilakukan penimbunan dan pengerasan tanah. Diperkirakan pengerjaan tersebut selesai dalam waktu dekat.
“Target dalam waktu tidak lama lagi sudah selesai, dan pengajuan anggaran untuk gudang kargo sudah diterima dan tinggal menunggu. Saya berharap anggaran itu buat tahun 2017 saja,” kata Syaifullah.
Rafli mengatakan akan berbicara dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertanian terkait pengadaan gudang kargo tersebut.
“Saya akan sampaikan masalah ini kepada rekan-rekan di DPR-RI yang berasal dari Aceh untuk melobi bersama-sama, supaya pelaksanaan pembangunan gudang kargo dilaksanakan pada 2016. Jangan menunggu 2017 lagi,” kata Rafli.
Rafli juga telah mengupayakan anggaran untuk perluasan Bandara Nagan Raya agar menjadi pusat transportasi udara di kawasan Barat Selatan.
“Namun Bandara Nagan Raya nanti difokuskan untuk pesawat penumpang,” kata Rafli.[](bna)


