BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh H Muzakir Manaf atas nama rakyat Aceh mendapat penghargaan dari Medical Emergency Rescue Committee karena telah mendukung pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2015 sekitar pukul 19.30 WIB.
“Tidak cukup kata-kata untuk dapat mengungkapkan betapa bahagianya kami dengan selesainya pembangunan Rumah Sakit Ghaza ini. Kami berharap bantuan ini bisa mendorong pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palestina menjadi lebih baik, sehingga masyarakat Palestina dapat terbantu dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” ujar Wakil Gubernur Aceh H Muzakir Manaf dalam sambutannya.
Dia mengatakan sebagai masyarakat yang juga pernah lama hidup di dalam konflik, warga Aceh sangat memahami betapa menderitanya rakyat Palestina. Apalagi konflik yang berkepanjangan dengan Israel hingga sekarang belum menemukan solusi di kedua belah pihak untuk berdamai.
“Hampir setiap hari selalu saja ada nyawa melayang akibat perang, sehingga membuat hidup masyarakat di sana seakan tidak menentu. Dalam kondisi seperti itu, pelayanan kesehatan menjadi salah satu yang terpenting,” kata pria yang karib disapa Mualem tersebut.
Dia mengatakan ketersediaan rumah sakit karenanya harus ditingkatkan agar dapat melayani masyarakat, yang sewaktu-waktu bisa saja menjadi korban perang. Menurutnya langkah Mer-C yang menggalang dana dan merintis pendirian rumah sakit di Palestina merupakan satu langkah yang terpuji. Apalagi pendirian rumah sakit tersebut berada di Kota Ghaza yang merupakan titik konflik tertinggi di Palestina.
Menurutnya rakyat dan Pemerintah Aceh sangat antusias mendukung program ini. Sehingga sejak 2014 lalu, rakyat dan Pemerintah Aceh berupaya mencari langkah untuk bisa membantu pembangunan rumah sakit tersebut.
“Langkah yang kami lakukan adalah membuka posko Aceh untuk Gaza. Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat perhatian sangat besar dari rakyat Aceh sehingga mereka berbondong-bondong menyerahkan bantuannya,” katanya.
Setelah beberapa waktu berjalan, posko Aceh untuk Gaza berhasil mengumpulkan total dana sebanyak Rp8,6 miliar. Dana ini berasal dari sumbangan masyarakat Aceh dari seluruh posko yang ada. Wagub Aceh ini turut merincikan dana tersebut berasal dari posko bentukan Pemerintah Aceh sebanyak Rp4,131 miliar, kemudian bantuan pembaca Harian Serambi Indonesia sebesar Rp2,377 miliar, dan bantuan masyarakat Aceh melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) sebesar Rp2,186 miliar.
Sumbangan tersebut berasal dari seluruh elemen masyarakat yang kemudian disalurkan kepada Mer-C untuk pembangunan rumah sakit di Gaza. “Alhamdulillah, sekarang rumah sakit itu telah selesai dan siap dioperasikan. Kami tentu saja sangat bangga dan terharu dengan kabar ini. Mudah-mudahan rumah sakit ini bisa terus dikembangkan sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Palestina,” katanya.
Di sisi lain, Mualem mengatakan, pembangunan rumah sakit tidak sekedar membangun secara fisik. Namun juga membutuhkan peralatan dan fasilitas yang memadai agar dapat melayani pasien dengan baik.
Begitu juga dengan rumah sakit Indonesia yang ada di Ghaza. Agar bisa melayani pasien dengan baik dan berkesinambungan, rumah sakit itu tentu membutuhkan donasi dari berbagai pihak.
“Kami berharap Presiden Jokowi berkenan membantu melengkapi fasilitas di rumah sakit itu. Kami dan seluruh rakyat Aceh juga siap melakukan hal yang sama. Jika dibutuhkan, kami siap membuka lagi Dompet untuk Palestina agar operasional rumah sakit Indonesia di Ghaza bisa lebih dimaksimalkan,” kata Mualem.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh H Muzakir Manaf juga mengatakan warga Aceh juga telah berhasil mengumpulkan sumbangan bagi penguatan rumah sakit Indonesia di Ghaza sebesar Rp74.592.003.
“Kami juga berharap kita semua masyarakat Indonesia bisa menggerakkan kegiatan sosial yang sama, sehingga kita bisa secara bersama-sama meringankan penderitaan masyarakat Palestina,” ujarnya.[] (bna)





