JAKARTA – Untuk meningkatkan mutu guru, Kemdikbud RI dan Komisi X DPR-RI yang membidangi pendidikan telah menempuh berbagai pendekatan salah satunya melalui meningkatkan fungsi dan peran dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di sekolah Menengah dan Kelompok Kerja Guru (KKG). 

Komisi X juga mendesak  Kemdikbud untuk memberikan penguatan kepada beberapa provinsi yang dianggap prioritas termasuk Aceh. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Pada tahun 2016 Kemdikbud telah menyetujui 59 proposal MGMP Sekolah Menengah (SMA/ SMK) untuk Aceh, di mana Aceh merupakan provinsi yang terbanyak disetujui proposalnya di luar Pulau Jawa. 

“Selain itu pada tahun ini Aceh juga akan mendapatkan  bantuan untuk 50 MGMP SMP serta sejumlah Kelompok Kerja Guru (KKG) di SD,” kata Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya, kepada portalsatu.com melalui siaran pers, Kamis, 11 Agustus 2016.

Meski begitu kata dia, masih banyak KKG dan MGMP yang masih belum tersentuh bantuan pemerintah pada tahun ini. Untuk itu Komisi X berharap program bantuan KKG dan MGMP ini juga bisa mendapatkan dukungan dari Pemerintahan Aceh.

“Penguatan kepada MGMP dan KKG ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru, di mana guru-guru yang masih mempunyai kelemahan dalam penguasaan materi dan metodologi pembelajaran dapat dibimbing oleh guru-guru senior atau instruktur setempat. Pola ini akan menghemat waktu bagi guru dan langsung tertuju kepada materi pelajaran yang masih memerlukan peningkatan,” kata politisi Partai Demokrat ini.[](ihn)