Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Aceh UtaraRohani Penyandang Disabilitas...

Rohani Penyandang Disabilitas yang Jago Melukis

Keterbatasan fisik tidak menghambat Rohani dalam berkarya. Perempuan penyandang disabilitas itu meski lumpuh tapi jago melukis. Dia menghasilkan berbagai jenis lukisan sesuai orderan. Karyanya dihargai Rp50 ribu hingga Rp3 juta.

Rohani (40 tahun), menetap di Gampong Pulo, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara. Putri dari pasangan almarhum Muhammad Yusuf dan Aminah (69) ini sudah 15 tahun tidak bisa berjalan akibat lumpuh.

“Awalnya saya dulu sakit di bagian lambung dan rematik, tapi semakin hari semakin parah hingga lumpuh. Saya sudah berusaha berobat, tapi tidak ada tanda-tanda kesembuhan,” kata Rohani kepada portalsatu.com, Selasa, 31 Agustus 2021.

Namun, Rohani tidak patah semangat. Di rumah panggung berkonstruksi kayu, beratap seng dan sebagian daun rumbia, dia terus mengasah kemampuan melukis. Bakat tersebut dimilikinya sejak kecil.

(Foto: Fazil/portalsatu)

Sebelum menderita lumpuh, Rohani mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Syamtalira Aron sebagai guru honorer. Dia kemudian fokus melukis sejak tahun 2015 untuk mengisi kekosongan waktu lantaran tidak bisa lagi beraktivitas di luar rumah.

“Kondisi badan saya sekarang tidak kuat lagi seperti dulu. Saat melukis, saya harus bersandar pada dinding. Saya menghabiskan waktu dengan melukis berbagai macam pesanan orang. Ada yang memesan lukisan wajah, pemandangan alam, dan lainnya,” ujar Rohani.

Rohani melukis menggunakan pensil, kanvas, dan perca yang diletakkan di atas potongan tripleks. Dia mempromosikan hasil karyanya melalui media sosial. “Harganya bervariasi, Rp50 ribu sampai Rp3 juta, tergantung ukuran dan jenis. Selain dari daerah kita, ada pesanan dari orang luar Aceh,” ujarnya.

Dia butuh modal untuk menambah peralatan melukis lebih maksimal. “Sekarang tinggal pengembangan dan modal tambahan untuk kelancaran melukis,” ucap Rohani.[]

Baca juga: