SIGLI – Pemerintah mulai menangani pembangunan rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Pidie yang terjadi akhir tahun 2016 silam. Dari 45 rumah rusak berat, 15 unit sedang dikerjakan. Sedangkan sisanya akan dikerjakan setelah anggaran dana hibah 2018 ditransfer melalui APBK Pidie.
Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Teuku Makhrizal, S.T., Rabu, 4 April 2018, mengatakan, sekitar 15 dari 45 rumah rusak berat sedang dikerjakan di Kecamatan Kembang Tajong dengan sumber dana hibah tahun 2017 lalu.
“Kita sedang kerjakan 15 rumah yang telah dianggarkan tahun 2017 lalu. Sementara 30 unit lagi (yang rusak berat) beserta 242 rumah rusak sedang yang tersebar di beberapa kecamatan akan dikerjakan jika Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sudah ada pengesahan dan dana akan ditransfer ke Pemkab Pidie atau dalam APBK 2018 ini,” kata Makhrizal.
Dia menjelaskan, pascagempa Desember 2016 silam di Kabupaten Pidie terdapat 45 rumah rusak berat, 242 rumah dan infrastruktur lainnya rusak sedang. Lokasinya tersebesar di beberapa kecamatan. Di antaranya, Kembang Tanjong, Padang Tiji, Mutiara Timur, Sakti, Gelumpang Tiga, Muara Tiga, Gelumpang Baro, Tangse, Tiro, Simpang Tiga dan Kota Sigli.
Makhrizal menyebutkan, infrastruktur lain yang rusak berupa jembatan Pusong, jembatan Mila, jalan jalur evakuasi Trueng Campli-Pasie Lhok, rehabilitasi RSU Tgk. Chiek Di Tiro serta pembangunan Kantor Camat Indrajaya, membutuhkan dana secara keseluruhan Rp58 miliar.[]


