LHOKSEUMAWE — Rumah mantan anggota DPRK Lhokseumawe Mahmudi Harun di Dusun Mesjid, Gampong Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dikabarkan dilempar benda yang diduga bom molotov, Jumat malam, 16 Maret 2018 sekitar pukul 19:30 WIB. Benda itu dilempar ke atap rumah namun tidak meledak, sehingga tidak ada korban.

Teror  itu terjadi saat Mahmudi Harun akrab disapa Tuan Giok berada di dalam rumah bersama anak dan istrinya. Ia  mendengar suara benda keras jatuh di atas atap, ia dan istri pun keluar rumah untuk melihat benda tersebut.

“Ternyata ada botol dengan sumbunya, tapi tidak ada api. Kemudian saya laporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” jelas mantan anggota dewan Kota Lhokseumawe periode 2009-2014 itu saat dikonfirmasi portalsatu.com/, Sabtu, 17 Maret 2018.

Ia mengaku sudah dua kali mendapat teror dalam dua pekan terakhir, kejadian pertama pada Kamis malam pekan lalu, bom serupa dilempar orang tidak dikenal, juga tidak meledak. Katanya seorang wanita tetangga korban bersaksi sempat melihat pelaku memacu sepeda motor usai melempar botol kaca yang sudah disulut api.

“Saya tidak mengerti, kenapa saya diteror, karena saya merasa tidak pernah punya musuh. Sebelum kejadian ini tidak ada pesan teror di Hp saya dan atau telpon ancaman dari pihak manapun,” jelasnya lagi.

Sementara itu Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengaku sedang melakukan penyelidikan dan sejumlah saksi di lokasi kejadian sudah dimintai keterangan.

“Kita juga sudah sita botol yang ada sumbunya dari atap rumah korban. Itu akan kita jadikan alat bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Budi singkat.[]