SUKA MAKMUE — Pekerja Sosial (Peksos) Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menemukan puluhan rumah tak layak huni di Kabupaten Nagan Raya.

Selama ini pendamping PKH yang tersebar di seluruh pelosok gampong di wilayah itu tidak bisa berbuat banyak untuk menjawab keluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menempati rumah tak layak huni.

Umumnya rumah yang ditempati oleh KPM PKH Kemensos RI itu menempati rumah kumuh, beralas tanah, serta bocor atap.

Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Nagan Raya Fathurrahman, saat dimintai tanggapannya membenarkan hal itu, menurutnya terpantau puluhan rumah tak layak huni yang ditempati oleh KPM PKH di wilayah itu.

“Terdapat puluhan rumah keluarga dampingan kami yang tak layak dihuni, kita berharap pemkab bisa peduli untuk membantu mereka,” ujarnya, Sabtu, 20 Januari 2018.

Masih menurut Fathur, jika pemerintah kabupaten berkomitmen membantu keluarga miskin tersebut, pihaknya akan membantu untuk pendataan valid di lapangan.

Secara terpisah, Supervisor PKH Kabupaten Nagan Raya Arifin, kepada portalsatu.com/ menjelaskan, rumah KPM PKH tersebut telah diupayakan oleh pendamping untuk mendapatkan rumah yang layak huni, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Kalau pemkab benar benar komitmen maka insya Allah perlahan akan bisa dibantu semua. Kalau fakir miskin kan bisa melalui Dinas Perumahan Rakyat dan kalau kaum duafa kan bisa melalui Baitul Mal,” kata Arif, Sabtu, 20 Januari 2018.[]