Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaBerita Gayo LuesRumah Warga Porang...

Rumah Warga Porang Terancam Ambruk ke Sungai, Ini Tanggapan BPBD Gayo Lues

BLANGKEJEREN – Dua rumah warga Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, terancam ambruk ke sungai pascahujan deras dan air sungai naik. Dinding rumah juga sudah retak-retak sehingga pemiliknya terpaksa mengungsi ke tempat tetangga.

Rumah terancam ambruk dan sudah retak-retak itu milik Inen Irul. Dia terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya lantaran tidak berani lagi tidur di rumahnya. Sedangkan satu rumah lagi milik Junet, kondisinya nyaris ambruk ke sungai.

“Tadi malam kami tidak bisa tidur lantaran air sungai naik. Di dalam rumah sudah retak-retak, dan belakang (dapur) rumah sudah ambruk. Anak-anak kami pindahkan ke rumah tetangga,” kata Inen Irul saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis, 2 September 2021.

Menurut Inen Irul, beberapa bulan lalu pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Bupati Gayo Lues agar Pemda membuat tembok atau beronjong di sungai belakang rumahnya. Permohonan itu kemudian diteruskan ke Sekda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Permohonan sudah kami sampaikan ke BPBD, tapi hingga rumah kami mengalami retak-retak dan dapurnya hampir ambruk, BPBD belum ada tanda-tanda akan melakukan perbaikan,” ungkap Inen Irul.

(Foto: Anuar Syahadat)

Inen Irul berharap kepada Bupati agar sungai di belakang rumahnya segera dibangun tembok pengaman sungai. Sehingga rumah tersebut tetap bisa dihuni Inen bersama suami dan anak-anaknya.

“Pak Bupati, Wakil Bupati, Pak Sekda, dan Pak BPBD, tolonglah kami. Rumah kami ini akan ambruk dan hanyut jika tidak segera dibangun tembok penahan sungai. Kami sangat berharap bantuan bapak, hanya rumah ini satu-satunya yang kami miliki,” ucap Inen.

Sebelumnya, rumah Inen sudah ambruk sehingga dirinya pindah ke tempat yang sekarang. Di tempat yang sekarang, rumah Inen juga hampir ambruk. Namun, pemerintah belum membangunan pengaman sungai.

Kepala BPBD Gayo Lues, Suhaidi, mengatakan akan menurunkan timnya hari ini ke Desa Porang untuk mengecek dan melakukan kajian terhadap rumah warga yang nyaris ambruk tersebut.

“Kondisi keuangan kita (Pemkab Gayo Lues) saat ini tidak ada, rencana akan diusulkan saat perubahan anggaran tahun 2021 nantinya. Namun jika posisinya memang mendesak, kita akan upayakan pengerjaannya segera, dari manapun uangnya,” kata Suhadi melalui telepon WhatsApp.

Ditanya apakah tidak ada lagi dana tanggap darurat atau belanja tak terduga di BPBD, Suhaidi mengatakan, “masalah itu sangat panjang ceritanya. Yang menghambat pekerjaan adalah masalah refocusing anggaran di tengah pandemi Covid-19”.[]

Baca juga: