BANDA ACEH – Lembaga Pendidikan Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh menyalurkan paket Ramadan berupa bahan makanan pokok kepada 93 keluarga fakir di Desa Punge, Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh pada Minggu, 5 Juni 2016.

Penyerahan tersebut dihadiri langsung oleh pendiri dan Direktur RUMAH Aceh Ahmad Arif, bersama tim PAUD dan TK gratis duafa serta tim bimbel RUMAN.

Koordinator acara, Riski Sopya, mengatakan paket sembako itu berasal dari donatur RUMAN melalui media Facebook.

“Sebanyak 30 paket dari TKIT Al Azhar Banda Aceh, 36 paket dari sahabat di Langsa, 20 paket dari Ache Australian Society (AAS) di Australia dan 7 lagi dari seorang warga Aceh yang berdomisili di Abu Dhabi,” ujar Riski yang juga Sekretaris RUMAN Aceh, Senin, 6 Juni 2016.

Setiap paketnya senilai Rp 100 ribu, terdiri dari 1 liter beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng Rose Brand, 10 butir telur, 2 botol sirup cap patung, 2 bungkus kecil garam, 1 bungkus kecap, 1 bungkus teh, 1 sabun mandi batangan, 1 sachet kopi dan 2 sachet susu kental manis.

Suziat, warga Punge Blang Cut yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung sampah dan barang bekas mengungkapkan kabahagiaannya usai menerima paket sembako yang dibagikan oleh RUMAN Aceh.

“Alhamdulillah, bahagia sekali rasanya mendapatkan paket ini. Insya Allah akan bermanfaat sangat buat keluarga kecil saya. Terima kasih RUMAN dan para donator,” ujar suziat yang anak bungsunya sekolah gratis di TK RUMAN.

160 Paket Pasutri Singapura

Sementara itu pendiri dan Direktur RUMAN Aceh, Ahmad Arif mengatakan, dalam waktu dekat lembaganya juga akan menyalurkan donasi pasangan suami istri dari Singapura berupa 160 kotak kurma dan 160 paket sembako Ramadan.

“Terima kasih kepada semua donatur yang telah memberikan kepercayaan untuk berbagi sejumput bahagia kepada para fuqara dan dhuafa di bulan mulia penuh barakah ini. Sebab, donasi kita adalah senyum buat mereka,” ujar Arif.

Sebagai informasi, sejak April 2013 lalu RUMAN menggelar 8 kegiatan rutin yang semuanya gratis bagi kalangan duafa khususnya, juga masyarakat umum.

Yaitu, pustaka komunitas, bimbingan belajar, MIBARA (minggu baca rame-rame), rumah pustaka, kursus menjahit, kita sahabat Rohingya, PAUD/TK dan TESA PELAN (tebar sarapan penyapu jalan).

“Alhamdulillah, dana operasional kegiatan tersebut semuanya berasal dari donasi kawan-kawan social media Facebook yang tidak mengikat, baik di dalam maupun luar Aceh, bahkan beberapa dari luar negeri,” kata Arif.[](ihn)