Kepala Riset NH Korindo Securities Indoneia Reza Priyambada memprediksi support (batas atas) nilai tukar rupiah hari ini berada di level Rp 13.224 per dolar AS dan resisten (batas bawah) di level Rp 13.199 per dolar AS. Angka ini sedikit melemah ketimbang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditutup pada level Rp 13.217 per dolar AS kemarin.

“Nilai tukar Yen terhadap dolar dan mata uang lainnya naik signifikan dan saya lihat belum ada potensi nilai Yen melemah,” ujar Reza saat dihubungi pada Rabu, 6 April 2016.

Reza mengatakan, pergerakan anomali terjadi setelah pelaku pasar lebih merespons positif kenaikan nilai tukar yen. Hal ini membuat pelaku pasar lebih memilih mentransaksikan yen dibandingkan mata uang lainnya. “Ini lebih dari sentimen eksternal karena kalau biasanya nilai tukar dolar dan harga komoditas turun, rupiah juga turun,” tuturnya.

Namun, kata Reza, ternyata dolar AS kalah dengan yen,” kata dia. “Nilai tukar yen sebelumnya adalah 111,64 per dolar AS tetapi kini menjadi 110,38 per dolar AS.”

Menurut Reza, kenaikan nilai tukar yen yang signifikan ini tak lepas dari Bank Sentral Amerika, The Fed. Lambatnya keputusan The Fed untuk menaikan suku bunga membuat nilai tukar yen melaju pesat.

Adapun sebelumnya laju pupiah diprediksi positif karena beberapa hari terakhir ini, nilai tukarnya terhadap dolar terus menguat dan ditambah dengan aksi lepas barang. Namun ternyata keadaan tak sesuai ekspektasi. Rupiah akhirnya  terlibas pergerakan positif dari laju Yen. | sumber : tempo