SUBULUSSALAM – Ketua DPR Aceh Teungku Muharuddin, mengajak pimpinan dayah (pesantren) untuk berperan serta dalam memerangi peredaran narkoba di Provinsi Aceh.

Hal itu disampaikan Teungku Muhar saat menghadiri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Dayah Mardhatillah Gampong Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa malam, 5 April 2016.

“Dengan semangat peringatan Maulid ini, diharapkan kepada para santriwan-santriwati Ponpes Mardhatillah khususnya agar dapat menjadi garda terdepan dalam mengatasi situasi global saat ini. Degradasi moral yang sudah sampai pada penyalahgunaan obat-obat terlarang (narkoba),” kata Teungku Muhar.

Menurutnya, bahaya narkoba telah masuk ke berbagai kalangan serta pelosok sehingga sudah sepatutnya untuk diperangi bersama-sama. Apalagi, kata Teugku Muhar lagi, peredaran narkoba juga telah menyasar kalangan remaja dan anak-anak yang merupakan para generasi penerus bangsa kelak.

“Lebih miris lagi, peredarannya sudah mulai merambah ke desa-desa dan sudah melanda anak-anak remaja kita. Bahkan, dalam beberapa minggu lalu para santriwan juga ikut jadi kurir narkoba,” katanya.

Lebih lanjut, Teungku Muhar juga menyampaikan, upaya memerangi narkoba tidak henti-hentinya dilakukan demi melahirkan generasi Aceh yang lebih gemilang ke depan. Menurutnya, seseorang yang telah mulai ketergantungan pada narkoba akan memunculkan generasi yang kurang sehat.

“Barang haram (narkoba-red) sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dengan dalih ingin meraup keuntungan lebih besar dengan meracuni generasi bangsa. Oleh sebab itu, peran ulama di dayah-dayah atau pesantren juga sangat diperlukan dalam mengawasi peredaran narkoba yang kini mulai merambah ke desa-desa sehingga tidak meracuni generasi muda Aceh lagi,” ujarnya.[](adv)